Media Kampung, Jawa Timur – Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo semakin meluas dengan estimasi lahan terbakar mencapai sekitar 135 hektare. Upaya pemadaman terus dilakukan, termasuk pengerahan dua helikopter milik BNPB dan TNI AL yang melakukan water bombing dengan total penyiraman air sebanyak 4.800 liter di titik Pusung Ledok Bedor.
Penutupan Akses Wisata Gunung Bromo
Karena kondisi kebakaran yang membahayakan, aktivitas wisata di Gunung Bromo ditutup sementara. Penutupan diberlakukan mulai Sabtu malam, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini diumumkan oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, untuk menjaga keselamatan pengunjung serta mempermudah upaya pemadaman api.
Penutupan mencakup semua pintu masuk ke Gunung Bromo, yaitu Cemorolawang (Kabupaten Probolinggo), Wonokitri (Kabupaten Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), serta Senduro (Kabupaten Lumajang). Wisatawan yang sudah memesan tiket dapat melakukan pengembalian dana atau penjadwalan ulang kunjungan melalui aplikasi reservasi resmi.
Upaya Pemadaman Kebakaran
Dua helikopter yang digunakan untuk water bombing beroperasi di area Pusung Ledok Bedor, sekitar 1,5 kilometer dari Pusung Jantur yang merupakan salah satu titik hotspot. Cuaca saat pemadaman terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang, namun tiupan angin kencang pada sore hingga malam hari memperparah penyebaran api.
Sadono Irawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, menyampaikan bahwa kebakaran diperkirakan terus meluas terutama ke arah bukit B29. Luas area terdampak yang diperkirakan mencapai 135 hektare bahkan bisa lebih, menjadi perhatian utama dalam upaya pemadaman.
Dampak dan Implikasi
Kebakaran ini tidak hanya mengancam ekosistem hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, tetapi juga berdampak pada aktivitas pariwisata yang menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat. Penutupan sementara ini diharapkan dapat mengutamakan keselamatan pengunjung dan mendukung penanggulangan kebakaran secara efektif.
Petugas berkoordinasi secara intensif untuk terus memantau kondisi dan mengupayakan pemadaman secepat mungkin. Pengunjung diimbau untuk mengikuti arahan resmi dan menunda kunjungan sampai situasi dinyatakan aman.















Tinggalkan Balasan