Media Kampung – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) menggelar Pelatihan Kewirausahaan Digital yang berfokus pada live streaming affiliate marketing. Acara yang berlangsung pada 17-19 Juni 2026 di Convention Hall Siola Lantai 4 ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai wilayah di Surabaya yang memiliki minat merintis atau mengembangkan usaha berbasis digital.
Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada teori; peserta juga mengikuti program magang praktik pada 22-24 Juni 2026. Fasilitas yang diberikan meliputi materi pelatihan, snack, makan siang, sertifikat, praktik langsung, hingga kesempatan memperluas jejaring usaha. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Pengembangan Prestasi Pemuda Disbudporapar Kota Surabaya, Adonikam Atmoko Adi.
Dalam sambutannya, Adonikam mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap pelatihan yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, generasi muda Surabaya perlu dibekali keterampilan adaptif agar mampu bersaing dan menciptakan peluang usaha baru. “Pelatihan ini menjadi wadah bagi generasi muda Surabaya untuk meningkatkan kompetensi di bidang digital entrepreneurship. Kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mempraktikkan keterampilan live streaming dan affiliate marketing sebagai peluang usaha yang nyata,” ujar Adonikam.
Salah satu narasumber, Gresia, konten kreator asal Surabaya, menekankan bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam membangun audiens di media digital. Ia menyarankan peserta untuk tidak takut memulai meski dengan peralatan sederhana. “Yang terpenting adalah keberanian tampil, konsisten membuat konten, dan terus belajar memahami audiens. Peluang mendapatkan penghasilan dari live streaming dan affiliate saat ini sangat terbuka lebar,” tuturnya.
Sementara itu, Adi Widodo, Pakar Komunikasi dan Media, menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi dalam mendukung keberhasilan penjualan daring. Ia menjelaskan bahwa teknik berbicara persuasif dapat meningkatkan kepercayaan konsumen saat siaran langsung. “Live selling bukan sekadar menawarkan produk, tetapi membangun hubungan dengan audiens. Kemampuan komunikasi, storytelling, serta empati kepada calon pembeli menjadi faktor penting dalam meningkatkan konversi penjualan,” ucapnya.
Materi yang diberikan cukup komprehensif, mencakup teknik live selling yang menarik, affiliate TikTok dan Shopee, strategi soft selling, teknik interaksi dengan audiens, public speaking online, meningkatkan engagement, membuat konten promosi produk, teknik closing saat live streaming, personal branding untuk affiliate, praktik live streaming langsung, hingga evaluasi dan pengembangan konten. Seluruh materi dirancang agar peserta dapat langsung mempraktikkan ilmunya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Surabaya berharap lahir semakin banyak pelaku usaha digital baru yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Dengan semangat “Bangun Brand-mu, Raih Peluang Lebih Luas”, peserta diharapkan menjadikan dunia digital sebagai ruang berkarya sekaligus sumber penghasilan yang menjanjikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan