Media Kampung – Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit (CPOPC) terus memperluas edukasi tentang industri kelapa sawit kepada generasi muda dunia melalui program Young Elaeis Ambassadors (YEAs). Program ini bertujuan membekali anak-anak muda dari berbagai negara dengan pemahaman utuh tentang sawit agar mampu menyampaikan informasi objektif di lingkungan masing-masing.
Wakil Sekretaris Jenderal CPOPC, Musdhalifah Machmud, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari semakin besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi publik, terutama di kalangan generasi muda. “Kami mengajak anak-anak muda dari seluruh dunia untuk memahami dengan baik tentang kelapa sawit. Saat ini media sosial berkembang sangat pesat dan menjadi sumber informasi utama bagi generasi muda. Namun, banyak informasi yang beredar dibentuk untuk tujuan-tujuan tertentu,” ujarnya dalam kegiatan Media Engagement YEAs Induction Week 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Para peserta YEAs diharapkan menjadi corong informasi positif mengenai industri kelapa sawit di komunitas dan jejaring pertemanan mereka. “Kalau mereka tidak tahu, tentu mereka tidak bisa menyampaikan informasi yang benar. Karena itu, kami ingin mereka mengenal, memahami, kemudian menyampaikan hal-hal baik tentang kelapa sawit kepada teman-teman dan lingkungan mereka,” tambah Musdhalifah.
Selama enam hari masa induksi, peserta mendapatkan kesempatan melihat langsung praktik industri kelapa sawit di Indonesia, mulai dari perkebunan hingga berbagai inovasi berbasis sawit. Pengalaman ini dinilai penting untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam. Musdhalifah mencontohkan antusiasme peserta dari negara nonprodusen sawit, seperti India, yang baru pertama kali melihat pohon kelapa sawit secara langsung.
Program YEAs terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari segi jumlah peserta maupun keberagaman negara asal. Ide dan inovasi yang dibawa peserta juga semakin kaya, mencakup isu nutrisi, pemanfaatan produk turunan sawit, hingga inovasi ramah lingkungan yang aplikatif. “Ada berbagai inovasi menarik yang mereka bawa. Misalnya pemanfaatan material berbasis sawit yang setelah digunakan dapat terurai dan bahkan mendukung pertumbuhan tanaman. Kreativitas seperti inilah yang ingin kami dorong agar mereka menjadi champion dalam menyuarakan potensi positif kelapa sawit,” jelas Musdhalifah.
Melalui program ini, CPOPC berharap semangat inovasi dan kemampuan komunikasi para peserta dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemahaman masyarakat global terhadap industri sawit. Para Young Elaeis Ambassadors juga didorong aktif melakukan kampanye edukasi melalui media sosial selama beberapa bulan setelah program berakhir. “Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pemerintah atau pemangku kepentingan tertentu untuk mempromosikan sawit. Peran masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap kelapa sawit dan kontribusinya,” tutur Musdhalifah.
Pendekatan melalui generasi muda dinilai menjadi strategi efektif dalam membangun narasi yang lebih berimbang mengenai industri kelapa sawit di tingkat global, sekaligus memperkenalkan berbagai aspek keberlanjutan yang telah diterapkan di sektor ini.






















Tinggalkan Balasan