Media Kampung – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom naik Rp70 per kilogram menjadi Rp15.225 per kilogram pada Rabu (10/6/2026). Kenaikan ini terjadi setelah pada Selasa (9/6/2026) harga CPO KPBN Inacom berada di level Rp15.155 per kilogram.
Sementara itu, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada hari yang sama. Kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Agustus 2026 naik RM11 per ton atau 0,24 persen menjadi RM4.539 per ton. Penguatan ini dipicu oleh membaiknya prospek ekspor dan penurunan produksi minyak sawit Malaysia pada Mei 2026.
Berdasarkan data Malaysian Palm Oil Board (MPOB), produksi minyak sawit Malaysia pada Mei mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, persediaan minyak sawit Malaysia pada Mei justru meningkat untuk bulan kedua berturut-turut karena laju penurunan ekspor lebih besar daripada penurunan produksi.
Survei perusahaan kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-10 Juni 2026 meningkat antara 3,5 persen hingga 4,9 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal awal membaiknya permintaan dari pasar internasional.
Di sisi lain, harga minyak nabati pesaing cenderung melemah. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,05 persen, sementara harga kontrak minyak sawit Dalian terkoreksi 0,13 persen. Di Amerika Serikat, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga turun tipis 0,01 persen.
Berikut rincian harga CPO dalam tender KPBN pada Rabu (10/6/2026) :
- CPO Franco Dumai: Rp15.225/kg
- CPO Franco Teluk Bayur: Rp15.095/kg
- CPO FOB Talang Duku: Rp15.025/kg
- CPO loco Parindu: Rp14.725/kg (withdraw, penawaran tertinggi Rp8.000/kg)
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan