Media Kampung – Kementerian UMKM membuka akses pembiayaan fintech melalui program Bursa Wirausaha Unggulan. Program ini dirancang sebagai ekosistem pembinaan usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk membantu pelaku usaha memperoleh modal sesuai kebutuhan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan bahwa akses permodalan masih menjadi tantangan terbesar bagi UMKM. Melalui program ini, peserta mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan difasilitasi mengakses skema pembiayaan dari perbankan, KUR, hingga fintech.
“Tujuannya adalah menghasilkan pengusaha-pengusaha yang tangguh. Dari proses awal kami dampingi, kami bekali kompetensi, dan perencanaan bisnis yang baik, hingga kami buka akses pembiayaan,” kata Maman di gedung Smesco, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Juni 2026.
Perluasan akses pembiayaan menjadi faktor penting untuk mendorong lahirnya wirausaha baru dan memperkuat daya tahan UMKM. Bursa Wirausaha Unggulan merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan target 10 juta wirausaha baru pada 2029.
Program ini juga menyediakan layanan peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, hingga perluasan akses pasar. Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai penguatan akses pembiayaan menjadi kunci UMKM naik kelas.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus memberi ruang lebih besar bagi UMKM. “Bursa Wirausaha Unggulan menjadi kesempatan untuk membangun sistem ekonomi yang berkeadilan. UMKM tumbuh, akses semakin terbuka, kapasitas meningkat, dan ekosistem usaha semakin kuat,” ujarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan