Media Kampung – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengajak seluruh partai politik di Indonesia untuk mendukung revisi terhadap 108 undang-undang sebagai bagian dari implementasi konsep ekonomi konstitusi yang dikenal dengan istilah Prabowonomics. Langkah ini dianggap penting untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi yang menjadi amanat UUD 1945.

Prabowonomics bukan hanya merupakan kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto, melainkan sebuah gagasan yang berlandaskan pada Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945. Istilah ini digunakan PKB sebagai simbol dukungan kuat dan upaya menerjemahkan arah baru ekonomi nasional ke dalam bentuk yang mudah dikenali oleh masyarakat.

Baca juga:

Revisi Regulasi untuk Ekonomi Konstitusi

Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa revisi terhadap 108 undang-undang perlu dilakukan guna menyelaraskan regulasi yang ada dengan semangat ekonomi konstitusi. Beberapa undang-undang yang menjadi fokus evaluasi antara lain Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law), Undang-Undang Minerba (Mineral dan Batubara), serta Undang-Undang Lingkungan Hidup. Revisi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.

Penguatan Kebijakan Anggaran Negara

Selain pembenahan regulasi, Cak Imin juga menyoroti pentingnya penguatan politik anggaran negara. Ia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam memprioritaskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti pembangunan jembatan di daerah terpencil, rehabilitasi fasilitas pendidikan, dan penguatan kewirausahaan masyarakat.

Baca juga:

Dukungan dan Harapan

Muhaimin terus merayu semua pihak, terutama partai politik, untuk bersama-sama mensukseskan Prabowonomics melalui perubahan regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Diharapkan, kolaborasi lintas partai politik ini dapat mempercepat terwujudnya ekonomi konstitusi yang berkeadilan dan berdaulat.

Konteks Prabowonomics

Istilah Prabowonomics muncul kembali di ruang publik saat kader PKB mengenakan kaos bertuliskan istilah tersebut dalam peringatan Hari Lahir PKB ke-28. Meski menggunakan nama Prabowo, gagasan ini tidak dimaksudkan sebagai pemikiran pribadi Presiden Prabowo, melainkan sebagai representasi dari amanat konstitusi. Konsep ini menegaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus didasarkan pada cita-cita pendiri bangsa sesuai dengan UUD 1945.

Baca juga:

Dengan demikian, Prabowonomics menjadi simbol arah baru ekonomi nasional yang berfokus pada kedaulatan dan kesejahteraan rakyat melalui kebijakan yang konkret dan terukur.