Media Kampung – Wall Street anjlok jelang rilis data inflasi AS dan IPO SpaceX pada perdagangan Selasa (9/6). Indeks utama bursa saham Amerika Serikat melemah ke level terendah dalam lebih dari satu bulan, dipimpin oleh pelemahan saham-saham teknologi.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 294,03 poin atau 0,58 persen menjadi 50.497,17. S&P 500 merosot 108,95 poin atau 1,47 persen ke 7.296,78, dan Nasdaq Composite anjlok 658,24 poin atau 2,54 persen menjadi 25.271,42. Indeks semikonduktor Philadelphia SE turun hampir 7 persen setelah sempat menguat 3 persen di awal perdagangan.
Aksi jual pada saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) kembali meningkat setelah proyeksi bisnis Broadcom yang mengecewakan pekan lalu memicu kekhawatiran valuasi sektor tersebut. Chief Investment Officer GammaRoad Capital Partners, Jordan Rizzuto, mengatakan saham teknologi biasanya paling sensitif, sehingga meningkatnya ketidakpastian arah suku bunga mendorong aksi ambil untung.
Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat (5/6) menambah kekhawatiran The Fed berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini. Berdasarkan alat FedWatch CME Group, pelaku pasar memperkirakan peluang 43 persen kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Desember. Investor kini menanti data inflasi konsumen AS untuk Mei yang akan dirilis Rabu (10/6).
Debut SpaceX di pasar saham pada Jumat (12/6) juga menjadi perhatian. Perusahaan milik Elon Musk menargetkan dana USD 75 miliar dengan valuasi USD 1,75 triliun, menjadikannya IPO terbesar sepanjang sejarah. Paul Nolte dari Murphy Sylvest menilai investor mungkin melakukan ambil untung pada saham semikonduktor untuk menyediakan ruang bagi saham SpaceX dalam portofolio.
Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 4 persen setelah Iran dan Israel menyatakan menghentikan serangan. Di sisi emiten, J.M. Smucker melonjak 12 persen, dan Nuvalent melesat 35 persen setelah GSK setuju mengakuisisi dengan nilai USD 10,6 miliar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan