Media Kampung – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 pada 4 Juni 2026. Dalam RUPST tersebut, perseroan mengumumkan pencapaian laba bruto sebesar Rp 3,9 triliun sepanjang 2025, menandai langkah signifikan menuju profitabilitas berkelanjutan.

Pendapatan neto Blibli pada 2025 mencapai Rp 22,4 triliun, tumbuh 34% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif di seluruh segmen usaha, terutama kategori elektronik konsumen yang ditopang oleh peningkatan penjualan smartphone, kontribusi bisnis institusi, serta ekspansi jaringan toko fisik dalam strategi omnichannel.

Selain pertumbuhan pendapatan, Blibli juga berhasil meningkatkan laba bruto sebesar 19% secara tahunan menjadi Rp 3,9 triliun. Rasio beban operasional terhadap pendapatan neto berhasil ditekan dari 34,3% menjadi 26,6%, menunjukkan perbaikan struktur biaya yang memperkuat jalur menuju profitabilitas.

CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menegaskan bahwa fokus perseroan sepanjang 2025 tidak hanya pada pertumbuhan volume transaksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pertumbuhan melalui penguatan marjin, monetisasi, efisiensi operasional, dan loyalitas pelanggan. Integrasi ekosistem omnichannel yang semakin matang menjadi kunci dalam memperkuat fundamental bisnis.

Dari sisi operasional, Blibli terus memperluas jaringan omnichannel. Sepanjang 2025, perseroan membuka 66 toko baru, sehingga total mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, empat toko elektronik rumah tangga, dan satu toko fesyen serta olahraga. Selain itu, Blibli juga mengelola 57 gerai supermarket premium melalui Ranch Market dan 39 pusat pengalaman home and living melalui Dekoruma.

RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris, serta perubahan susunan Dewan Komisaris. Imron Hendrata ditunjuk sebagai Komisaris Utama dan Cyrillus Harinowo sebagai Komisaris Independen yang baru.

Memasuki tahun 2026, Blibli akan melanjutkan strategi yang telah terbukti efektif dengan fokus pada penguatan posisi kompetitif di kategori strategis, perluasan jaringan omnichannel terintegrasi, dan peningkatan kecepatan layanan. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan neto konsolidasian tumbuh 67% secara tahunan menjadi Rp 7,8 triliun, dengan laba bruto Rp 1,2 triliun dan perbaikan signifikan pada kinerja operasional.

Ke depan, perseroan akan memperkuat pendalaman kategori seperti elektronik konsumen, elektronik rumah tangga, kebutuhan sehari-hari, home living, dan gaya hidup. Ekspansi omnichannel akan dilanjutkan melalui penguatan jaringan toko fisik, logistik, dan fulfillment terintegrasi. Kecepatan layanan akan menjadi proposisi nilai utama dengan optimalisasi infrastruktur logistik, otomatisasi, dan operasional berbasis kecerdasan buatan (AI).

Integrasi loyalitas lintas platform melalui Keanggotaan Terpadu dan Program Loyalitas Terpadu (Blibli Tiket Rewards) antara Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma terus dikembangkan untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan. Kusumo optimistis bahwa dengan fondasi yang kuat dan fokus pada profitabilitas berkelanjutan, perseroan dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.