Media Kampung – Sebanyak 22.456 anak yatim, piatu, dhuafa, dan penyandang disabilitas di berbagai daerah di Jawa Timur menerima bingkisan Lebaran Yatim 1448 Hijriah. Program ini merupakan hasil kolaborasi Forum Zakat (FOZ) Jawa Timur, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur, serta puluhan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Puncak penyaluran bantuan digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 22 Juni 2026. Sebanyak 115 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima bantuan secara simbolis berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, dan santunan.

Ketua Panitia Lebaran Yatim FOZ Jawa Timur, M. Dzulfikri, mengatakan program tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap anak-anak yatim melalui kolaborasi berbagai lembaga. “Lebaran Yatim bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menguatkan kepedulian, menghadirkan kebahagiaan, dan memastikan anak-anak yatim merasakan perhatian dari seluruh elemen bangsa. Ketika semua pihak bersatu, manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Menurut Dzulfikri, sinergi antarlembaga membuat jangkauan penerima manfaat semakin luas sekaligus memperkuat pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah agar lebih efektif.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, BAZNAS, dan berbagai lembaga zakat dalam menyukseskan program tersebut. “Bulan Muharram menjadi momentum penting untuk memperkuat perhatian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi program pemberdayaan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan anak yatim dan kelompok rentan.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, penampilan anak-anak yatim, doa bersama, serta bazar produk UMKM binaan lembaga zakat. Melalui program ini, FOZ Jawa Timur berharap kepedulian terhadap anak yatim terus diwujudkan melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan penguatan karakter sehingga mereka memiliki kesempatan tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berprestasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.