Media Kampung – 18 April 2026 | Lembaga Fiqih PBNU (LF PBNU) secara resmi mengumumkan bahwa 1 Dzulqadah 1447 H jatuh pada Ahad, 19 April 2026, menandai penetapan hari pertama Ramadan tahun 1447 Hijriah di Indonesia. Pengumuman ini disampaikan melalui situs resmi PBNU dan langsung menjadi acuan bagi umat Islam di seluruh negeri.

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan pada malam 30 Dzulqadah, dengan observasi matahari terbit yang memenuhi kriteria syariat. Berdasarkan konversi kalender, 1 Dzulqadah 1447 H bersamaan dengan tanggal 19 April 2026 dalam penanggalan Masehi, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan jadwal puasa dan ibadah.

LF PBNU memimpin proses rukyatul hilal melalui jaringan pengamat di lebih dari 30 provinsi, menggabungkan data astronomi modern dan metode tradisional yang telah lama dipraktikkan. Tim ilmuwan dan ahli fikih menilai cahaya bulan pada horizon barat dengan memperhatikan kriteria kejelasan, ukuran, dan kelihatan secara umum.

Partisipasi aktif Nahdliyin, yaitu generasi muda PBNU, menjadi elemen penting dalam pengamatan tersebut, dimana ribuan relawan dilaporkan hadir di lokasi strategis. Mereka tidak hanya membantu mengamati, tetapi juga mendokumentasikan hasil pengamatan secara digital untuk mempercepat proses verifikasi.

“LF PBNU Mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi Nahdliyin dalam rukyatul hilal ini.” Pernyataan tersebut menegaskan apresiasi lembaga terhadap semangat kebersamaan generasi muda dalam menjaga keakuratan penetapan kalender Islam.

Penetapan 1 Dzulqadah memiliki implikasi religius yang signifikan karena menandai dimulainya puasa Ramadan, bulan suci yang menuntut peningkatan ibadah, silaturahmi, dan amal. Dengan tanggal pasti, umat dapat merencanakan tarawih, i’tikaf, dan kegiatan sosial lainnya secara terstruktur, menghindari kebingungan yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepastian tanggal Ramadan juga mempengaruhi penyesuaian jadwal sholat, khususnya sholat Tarawih dan sholat Subuh selama bulan puasa, yang akan diberlakukan oleh semua masjid nasional. Kementerian Agama bersama LF PBNU telah menyiapkan aplikasi mobile untuk menampilkan jadwal ibadah yang terintegrasi dengan kalender Hijriah resmi.

Camat Kabupaten X, Jawa Timur, menyatakan bahwa komunitas setempat siap melaksanakan program buka bersama dan kegiatan keagamaan lain sesuai arahan LF PBNU. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan tokoh agama setempat akan memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan aman di masa pandemi yang masih berlangsung.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 penetapan Ramadan masih diperdebatkan karena perbedaan hasil rukyatul hilal antara beberapa wilayah, yang menyebabkan penyesuaian jadwal secara bertahap. Pengalaman tersebut mendorong LF PBNU memperkuat jaringan observasi dan meningkatkan transparansi data, sehingga penetapan tahun ini diharapkan lebih akurat dan diterima secara luas.

Masa menjelang Ramadan kini dipenuhi dengan persiapan logistik, program sosial, dan penyuluhan kesehatan yang difasilitasi oleh lembaga keagamaan serta pemerintah daerah. Dengan kepastian tanggal 1 Dzulqadah 1447 H pada 19 April, umat Indonesia dapat menyambut Ramadan dengan penuh kesiapan spiritual dan materi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.