Media Kampung – Gereja Katolik di Indonesia memperingati Minggu Paskah III pada tanggal 19 April 2026 dengan liturgi khusus yang menandai minggu ketiga masa Paskah.
Misa dirayakan di seluruh paroki, termasuk katedral utama di Jakarta, Surabaya, dan Malang, serta gereja‑gereja kecil di daerah pedesaan.
Liturgi hari itu mengikuti kalender liturgi resmi Gereja, yang menempatkan Hari Biasa Paskah III pada hari Minggu setelah Minggu Paskah II.
Menurut teks resmi, bacaan pertama diambil dari Kisah Para Rasul 2:14‑23, menekankan kebangkitan Yesus dan peran Petrus dalam menyampaikan Injil.
Bacaan kedua berasal dari 1 Petrus 1, mengingatkan umat akan panggilan untuk hidup dalam harapan baru setelah kebangkitan Kristus.
Injil yang dibacakan ialah Markus 16:1‑8, menggambarkan para wanita yang menemukan makam kosong dan menyaksikan pemberitahuan malaikat.
Setelah pembacaan, imam memimpin doa syukur yang menyoroti kemenangan atas kematian dan janji hidup kekal.
Pujian diiringi dengan nyanyian tradisional Paskah, termasuk himne “Alleluia!” yang dinyanyikan oleh paduan suara paroki.
Umat Katolik diminta merenungkan teks Mazmur 16:1‑2a,5,7‑8,9‑10,11 sebagai respons rohani terhadap bacaan Injil.
Renungan harian yang dipublikasikan oleh beberapa media Katolik menekankan kasih Allah yang terus menyertai dalam segala tantangan hidup.
Salah satu kutipan resmi dari Uskup Agung Jakarta menyatakan, “Minggu Paskah III mengundang kita untuk menguatkan iman melalui sakramen Ekaristi dan doa bersama.”
Uskup menegaskan pentingnya solidaritas umat dalam melanjutkan misi Kristus di dunia modern.
Jadwal misa sore di beberapa katedral dimulai pukul 18.00 WIB, sementara misa pagi dimulai pukul 07.30 WIB.
Penggunaan media digital memungkinkan umat yang tidak dapat hadir secara fisik mengikuti liturgi secara daring.
Statistik Badan Pusat Statistik menunjukkan peningkatan partisipasi umat Katolik dalam perayaan Paskah tahun ini sebesar 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini dipengaruhi oleh kampanye liturgi yang intensif sejak awal masa Paskah.
Para deacon turut melayani dengan membagikan roti suci dan anggur kepada umat yang berada di kursi roda.
Protokol kesehatan tetap diterapkan, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan penggunaan masker di area gereja.
Setelah misa, komunitas paroki mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian makanan kepada keluarga kurang mampu di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut mencerminkan semangat kasih Kristus yang dihidupkan melalui aksi nyata.
Hingga akhir hari, gereja‑gereja melaporkan suasana damai dan penuh sukacita, menandakan keberhasilan pelaksanaan Minggu Paskah III secara tertib.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan