Media Kampung – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegur maskapai Garuda Indonesia setelah penerbangan yang mengangkut jemaah haji mengalami penundaan hingga berjam-jam di Bandara King Abdul Aziz International, Jeddah. Dahnil meminta maskapai memberikan kompensasi kepada jemaah yang terdampak.
Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 7603 rute Jeddah-Jakarta yang membawa jemaah haji asal embarkasi Banten (JKB) 2 dijadwalkan terbang pada Selasa (26) pukul 15.55 Waktu Arab Saudi (WAS). Namun, menurut informasi yang beredar, jemaah baru masuk ke dalam pesawat sekitar pukul 22.00 WAS dan lepas landas satu jam kemudian.
Dahnil menghubungi pihak maskapai untuk mengklarifikasi insiden tersebut. Maskapai menyatakan bahwa kepadatan lalu lintas penerbangan di terminal haji Bandara King Abdul Aziz International menjadi penyebab delay.
“Kami sampaikan kepada maskapai terkait dengan delay, harus ada kompensasi baik berbentuk penyediaan meal atau makanan maupun kompensasi-kompensasi yang lain yang itu membuat jemaah tetap nyaman,” ujar Dahnil di Kantor Urusan Haji, Jeddah.
Pihak maskapai telah sepakat memberikan kompensasi dalam bentuk ekstra pelayanan atau lainnya. Dahnil berharap Garuda Indonesia menunaikan kewajiban tersebut. Ia juga menegur maskapai agar lebih berhati-hati terkait jadwal penerbangan guna mencegah kejadian serupa. Jika terjadi delay, maskapai diharapkan berkoordinasi langsung dengan pihaknya agar jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama.
“Yang jelas terhadap delay tadi malam karena ada traffic yang sangat padat dan Garuda dipastikan akan memberikan kompensasi kepada jemaah,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan