Permohonan Tambahan Anggaran Rp 34,33 Triliun oleh Kementerian PU

Media Kampung – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengajukan permintaan tambahan anggaran sebesar Rp 34,33 triliun untuk tahun anggaran 2026. Dana ini akan digunakan untuk mendukung program prioritas nasional, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat, pengembangan jalan daerah, serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan permohonan ini dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026. Surat resmi permintaan anggaran telah diajukan kepada Menteri Keuangan pada 22 Mei 2026.

Rincian Tambahan Anggaran

Tambahan dana tersebut terbagi dalam dua kelompok utama:

  • Pengeluaran lanjutan (Multi Years Contract/MYC): Rp 3,35 triliun, meliputi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II senilai Rp 1,33 triliun, pembangunan jalan daerah Rp 1,40 triliun, serta pembangunan jaringan irigasi dan infrastruktur pengendali banjir sebesar Rp 0,62 triliun.
  • Pengeluaran untuk kegiatan baru: total Rp 30,98 triliun, dialokasikan untuk pembangunan irigasi daerah Rp 14,65 triliun, rehabilitasi madrasah keagamaan Rp 0,38 triliun, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III Tahun 2026-2027 Rp 3,95 triliun, dan pembangunan jalan daerah Tahun 2026-2027 sebesar Rp 12 triliun.

Anggaran Dasar dan Penyesuaian

Hingga saat ini, pagu anggaran Kementerian PU untuk tahun 2026 telah mencapai Rp 106,71 triliun. Angka tersebut merupakan hasil penyesuaian setelah proses penajaman belanja kementerian/lembaga serta penambahan dana melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN).

Progres Program Prioritas Instruksi Presiden

Dalam rapat tersebut, Menteri Dody juga memaparkan perkembangan pelaksanaan sejumlah program prioritas berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) hingga 31 Mei 2026.

Program Penanganan Irigasi Daerah

Melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 0,35 triliun untuk membangun jaringan irigasi seluas 19.760 hektare. Progres fisik telah mencapai 82,73 persen, sedangkan realisasi keuangan baru 38,36 persen.

Program Penanganan Jalan Daerah

Inpres Nomor 11 Tahun 2025 menyediakan pagu anggaran Rp 2,90 triliun untuk pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 408,57 kilometer serta pembangunan jembatan sepanjang 375,88 meter. Realisasi fisik mencapai 75,10 persen dengan serapan anggaran 59,49 persen.

Revitalisasi Madrasah

Program revitalisasi madrasah berdasarkan Inpres Nomor 7 Tahun 2025 mendapat alokasi Rp 2,48 triliun untuk merevitalisasi 856 unit madrasah. Progres fisik saat ini 41,88 persen dan realisasi anggaran 33,22 persen.

Pembangunan Sekolah Rakyat

Program ini, yang diatur dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025, memiliki pagu anggaran Rp 19,95 triliun dengan target pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat. Saat ini, 93 proyek sedang berjalan dan 7 dalam proses tender. Progres fisik mencapai 67,50 persen, dan realisasi keuangan sebesar 44,33 persen.

Pengembangan Kawasan Strategis Papua Selatan

Melalui program KSPEAN Wanam sesuai Inpres Nomor 14 Tahun 2025, pemerintah mengalokasikan Rp 3,23 triliun untuk membuka akses jalan sepanjang 138,5 kilometer, mengendalikan banjir seluas 7.503 hektare, dan membangun jaringan irigasi seluas 4.870 hektare. Progres fisik baru mencapai 12,67 persen dan realisasi keuangan sekitar 2,63 persen.

Fokus Pengawasan dan Percepatan Progres

Menteri Dody menegaskan perlunya percepatan pelaksanaan pada sejumlah program, khususnya pembangunan akses jalan, pengendalian banjir, Sekolah Rakyat, dan jaringan irigasi di wilayah Wanam, Papua Selatan. Kementerian PU akan mengawal pelaksanaan agar hambatan di lapangan dapat diatasi dan jadwal pengerjaan dapat terpenuhi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.