Media Kampung – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh kader dan pengurus NU untuk meneguhkan semangat khidmah serta menjaga persatuan organisasi.
Gus Yahya menegaskan bahwa NU bukan sekadar organisasi, melainkan ruang khidmah yang harus dijalankan dengan ketulusan. “Mari kita teguhkan kembali ketulusan khidmah yang menjadi dasar dari keberadaan kita di dalam jamiyah ini. Kita ada di sini untuk berkhidmah,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa seluruh proses dalam Munas dan Konbes harus diarahkan untuk memperkuat kemaslahatan NU.
Selain itu, Gus Yahya mengingatkan peserta untuk menjaga persaudaraan dan persatuan selama bermusyawarah. Ia meminta agar forum berlangsung dengan damai, jujur, dan mengedepankan kepentingan bersama, serta menghindari perbedaan yang tidak produktif. “Mari kita laksanakan proses ini dengan penuh ketulusan, kedamaian, kejujuran, dan menghindari potensi kontroversi maupun pertentangan baru,” tuturnya.
Gus Yahya juga mengutip pesan pendiri NU, Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asyari, yang berbunyi, “Udkhuluha bil mahabbi wal widad, wal ulfati wal ittihad, wal ittishali bil arwahi wal ajsad,” yang artinya masuklah ke dalam NU dengan cinta dan kasih sayang, kerukunan dan persatuan, serta ikatan lahir dan batin. Menurutnya, pesan ini mengingatkan pentingnya menyatukan hati dan tujuan seluruh warga NU.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menegaskan bahwa setiap upaya untuk mengganggu atau merusak NU tidak akan berhasil. Ia kemudian menggema-kan wirid warisan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, “Ya Jabbar, Ya Qahhar,” sebagai bentuk perlindungan spiritual bagi organisasi.
Gus Yahya mengapresiasi Pondok Pesantren Al-Falah Ploso sebagai tuan rumah yang tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga kekuatan spiritual yang menopang jalannya musyawarah. Ia berharap Munas-Konbes NU 2026 berjalan lancar dan melahirkan hasil yang bermanfaat bagi perjalanan jamiyah ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan