Media Kampung – Proses pemulangan jemaah haji gelombang I telah rampung. Sebanyak 95.178 jemaah dan 977 petugas telah diterbangkan dari Arab Saudi menuju Indonesia melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh rangkaian kepulangan berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menyampaikan bahwa hingga Senin (15/6) sebanyak 245 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan. Dari jumlah tersebut, 233 kloter telah tiba di Indonesia dengan total 91.638 orang, termasuk 929 petugas. Kini operasional pemulangan beralih ke gelombang II melalui Bandara Prince Mohamed bin Abdulaziz Madinah.

Maria menjelaskan bahwa fase pemulangan memasuki momentum penting. Kloter terakhir dari Jeddah diberangkatkan pukul 01.45 WAS. Mulai besok, fokus operasional akan sepenuhnya pada jemaah gelombang II yang telah berada di Madinah. Kepulangan mereka akan dilayani melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menuju berbagai embarkasi di Indonesia.

Sementara itu, pergerakan jemaah gelombang II dari Makkah menuju Madinah terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 139 kloter yang terdiri atas 53.338 jemaah dan 556 petugas telah diberangkatkan ke Kota Nabi, total 53.894 orang. Jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia mencapai 15.802 orang, terdiri dari 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Kemenhaj mengimbau jemaah yang masih berada di Arab Saudi untuk menjaga kondisi kesehatan. Jemaah diminta memastikan istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menghindari aktivitas yang menyebabkan kelelahan. Maria juga mengajak jemaah untuk saling membantu, terutama kepada lansia, jemaah berkebutuhan khusus, dan mereka yang membutuhkan pendampingan selama kepulangan.

“Nilai kebersamaan, gotong royong, dan ukhuwah yang telah tumbuh selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya tetap dijaga hingga kembali ke tanah air. Kepedulian kepada sesama adalah bagian penting dari kemabruran haji,” ujar Maria.

Kemenhaj kembali mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan didistribusikan di Indonesia sesuai mekanisme yang ditetapkan. Kepatuhan terhadap ketentuan ini membantu kelancaran pemeriksaan keamanan penerbangan dan mempercepat proses penanganan bagasi.

Maria menekankan bahwa ibadah haji tidak berakhir saat meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai kemabruran harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak baik, kepedulian sosial, semangat persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Melalui semangat Sukses Peradaban dan Keadaban, kami berharap nilai-nilai haji dapat terus hidup dalam keseharian para jemaah,” pungkasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.