Media Kampung – Setelah menunaikan ibadah haji, banyak keluarga jemaah di Indonesia, khususnya di Sampang, memiliki tradisi menyajikan hidangan khas Timur Tengah untuk menyambut tamu yang bersilaturahmi. Kebiasaan menyediakan hidangan khas Timur Tengah usai pulang haji ini sudah melekat kuat sebagai simbol rasa syukur dan berbagi berkah tanah suci.
Kurma menjadi primadona utama yang wajib ada di setiap sajian. Buah kering ini tidak hanya berfungsi sebagai pengganjal perut, melainkan juga bentuk berbagi berkah dari Makkah kepada sanak saudara dan tetangga. Selain kurma, kacang arab (chickpeas) panggang dengan tekstur garing dan rasa gurih alami menjadi camilan paling populer. Tidak jarang, tuan rumah juga menyuguhkan kacang pistachio dengan cangkang setengah terbuka dan kacang almond utuh yang kaya nutrisi.
Untuk memanjakan lidah anak-anak dan pencinta rasa manis, cokelat kerikil dan kismis kuning selalu hadir. Cokelat susu yang dibentuk menyerupai batu kerikil warna-warni ini sukses menarik perhatian karena tampilannya yang unik. Sementara itu, kismis kuning yang kenyal memberikan sensasi asam-manis segar yang menghilangkan rasa enek setelah mencicipi aneka hidangan lainnya.
Semua camilan khas tersebut terasa kurang lengkap tanpa kehadiran air zamzam segar yang dituangkan ke dalam cangkir-cangkir mini bernuansa emas atau perak. Kombinasi meneguk air zamzam dan mengunyah kurma di tengah obrolan tentang perjalanan spiritual di Makkah dan Madinah menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Tradisi ini menjadi penawar rindu sekaligus doa bersama agar para tamu yang hadir bisa segera menyusul menunaikan ibadah haji.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan