Media Kampung, Jawa Tengah – Indonesia akan membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) yang berlokasi di Batang, Jawa Tengah. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA, dengan nama inisiatif ‘Zankore by Indosat’. Pembangunan tahap awal ditargetkan mulai beroperasi pada paruh pertama 2027 dengan kapasitas 200 megawatt (MW) dan akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai 1.000 MW.
AI Factory ini akan menjadi infrastruktur komputasi kecerdasan artifisial (AI) terbesar di ASEAN, menyatukan pusat data, GPU berperforma tinggi, layanan GPU-as-a-Service, serta orkestrasi dan pengelolaan beban kerja AI secara menyeluruh dalam satu ekosistem. Selain itu, fasilitas ini juga akan meng-hosting Sahabat-AI, sebuah model bahasa besar (Large Language Model) open-source berkapasitas 70 miliar parameter yang mendukung bahasa Indonesia dan bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Layanan Token-as-a-Service juga disediakan agar teknologi AI dapat diakses oleh UMKM, kementerian, dan pengembang lokal.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyambut positif komitmen investasi dari empat perusahaan teknologi global tersebut. Ia menegaskan bahwa investasi ini menandakan tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi.
Menurut kajian internasional, pembangunan AI Factory dengan skala penuh membutuhkan investasi sekitar USD 50 juta untuk setiap 1 megawatt kapasitas komputasi AI secara end-to-end. Dengan target kapasitas 1 GW, estimasi investasi dapat mencapai sekitar USD 50 miliar atau setara dengan Rp 895,6 triliun. Namun, nilai investasi resmi proyek ini belum diumumkan secara publik.
Fasilitas AI Factory ini diproyeksikan memberikan dampak strategis bagi perekonomian Indonesia dengan menarik investasi teknologi lanjutan, mendukung efisiensi operasional industri domestik, dan membuka peluang kerja baru di bidang teknologi tinggi. Selain pembangunan AI Factory, Indonesia juga sedang membangun fasilitas manufaktur GPU pertama di Cikarang yang diharapkan selesai pada Desember 2026, guna memperkuat rantai pasok industri AI nasional dari hulu hingga hilir.
Dengan infrastruktur ini, Indonesia berpotensi menjadi pusat pengembangan dan pemanfaatan layanan AI di kawasan Asia Tenggara. AI Factory bukan hanya pusat data konvensional, melainkan fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa dan teknologi yang dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat dan pelaku usaha.














Tinggalkan Balasan