Media KampungHong Kong tengah menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan ambisinya menjadi pusat data center (DC) utama yang mendukung layanan kecerdasan buatan (AI). Rencana pemerintah untuk mengembangkan zona DC berteknologi tinggi di Sandy Ridge berjalan lambat setelah lelang lahan yang diadakan pada akhir tahun lalu hanya menarik satu penawar.

Penawar tunggal tersebut adalah Range Intelligent Computing Technology Group Co, sebuah perusahaan asal Tiongkok daratan yang tidak banyak dikenal di luar pasar domestiknya. Perusahaan ini berkomitmen menginvestasikan sekitar 24 miliar dolar Hong Kong atau setara US$3,1 miliar untuk pembangunan DC di lokasi tersebut.

Baca juga:

Namun, tantangan finansial masih mengemuka. Range Intelligent berencana mengajukan pinjaman sebesar 20 miliar dolar Hong Kong (sekitar US$2,6 miliar) untuk mendanai proyek ini, yang menjadi salah satu rencana pembiayaan terbesar di Hong Kong tahun ini. Meski demikian, sejumlah bankir meragukan kemampuan perusahaan ini untuk mengembalikan pinjaman dan menjalankan pengembangan situs tersebut secara efektif.

Data center merupakan infrastruktur fisik yang esensial bagi layanan AI yang dijalankan oleh perusahaan teknologi besar seperti Meta dan Alibaba. Keberhasilan Hong Kong dalam mengembangkan pusat DC ini sangat penting untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem teknologi global, khususnya dalam era AI yang sedang berkembang pesat.

Baca juga:

Keengganan pengembang lokal dan operator DC internasional untuk berpartisipasi dalam proyek ini menunjukkan kebutuhan akan pendekatan yang lebih strategis dan dukungan yang kuat dari pemerintah dan sektor keuangan. Jika proyek ini berhasil, Hong Kong dapat menjadi titik kunci dalam jaringan infrastruktur digital internasional yang mendukung inovasi dan pertumbuhan teknologi AI.

Namun, kegagalan dalam mendapatkan dukungan finansial atau pengembangan yang tidak optimal dapat menghambat ambisi Hong Kong dan menimbulkan dampak ekonomi serta teknologi yang signifikan.

Baca juga: