Media KampungCristiano Ronaldo, kapten Al-Nassr, menghadapi kritik tajam setelah timnya mengalami kekalahan telak 0-4 dari Al-Ain dalam pertandingan pembuka Liga Champions Asia Elite. Kekalahan ini memunculkan perdebatan sengit tentang peran dan masa depan Ronaldo di klub Saudi tersebut.

Legenda Al-Nassr, Fahd Al-Harifi, secara terbuka menyerang performa Ronaldo, menyatakan bahwa sang pemain tidak lagi memberikan kontribusi berarti baik dari sisi teknis maupun hasil. Al-Harifi bahkan menyarankan agar klub segera melepas Ronaldo mengingat usianya yang sudah lanjut dan ketidakmampuannya membawa trofi atau keuntungan pemasaran bagi klub.

Baca juga:

Senada, mantan juru bicara resmi Al-Nassr, Saud Al Sarami, menyatakan bahwa Ronaldo sudah menjadi “kartu habis” dan kemungkinan besar akan meninggalkan klub pada bursa transfer Januari mendatang. Ia menilai bahwa tim membutuhkan penataan ulang dan fokus pada pemain yang mampu memberikan kontribusi lebih nyata.

Meski demikian, pelatih Al-Nassr, Ange Postecoglou, memberikan pembelaan terhadap Ronaldo. Ia mengingatkan publik untuk berhati-hati dalam mengkritik pemain berpengalaman tersebut, menegaskan bahwa Ronaldo tetap menunjukkan dedikasi tinggi dan menjadi contoh bagi pemain lain di dalam tim. Postecoglou juga menyoroti bahwa kegagalan tim bukan semata-mata kesalahan individu Ronaldo, melainkan tanggung jawab bersama.

Baca juga:

Kekalahan ini menjadi tekanan besar bagi Al-Nassr dan Ronaldo, terutama dalam upaya mereka meraih prestasi di kompetisi Asia. Perdebatan mengenai peran Ronaldo di klub semakin intens, dengan pihak internal dan suporter yang menuntut perubahan demi kemajuan tim.

Situasi ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi klub-klub besar dalam mengelola pemain bintang yang sudah memasuki usia lanjut, terutama ketika ekspektasi tinggi tidak diimbangi dengan performa yang memadai. Keputusan manajemen Al-Nassr ke depan akan menjadi penentu arah klub dalam kompetisi regional dan global.

Baca juga: