Media Kampung – Umat Muslim di Jalur Gaza merayakan Iduladha tahun 2026 dalam suasana duka dan ketidakpastian akibat perang yang berkepanjangan. Tradisi menyembelih hewan kurban yang biasa menjadi momen kebersamaan kini hampir tidak terlaksana karena krisis kemanusiaan dan ekonomi.

Yayasan amal Ru’ya menyatakan bahwa musim kurban tahun ini praktis berhenti karena penutupan perbatasan dan kelangkaan hewan ternak. Harga seekor domba melonjak drastis hingga mencapai 4.500 sampai 6.000 dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum perang yang hanya sekitar 350 dolar AS.

Lonjakan harga tersebut membuat banyak warga Gaza tidak mampu menyembelih hewan kurban. Sebagai gantinya, lembaga amal memilih membagikan daging beku kepada masyarakat. Pasar-pasar hewan di Gaza pun terlihat sepi karena daya beli masyarakat menurun tajam.

Di tengah suara takbir yang masih menggema di kamp-kamp pengungsian, warga Gaza menjalani Iduladha tanpa perayaan besar. Mereka menghadapi kesedihan mendalam akibat kehilangan keluarga, rumah, dan masa depan yang tidak pasti di tengah konflik yang belum berakhir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.