Media Kampung – Isu pelaksanaan kurban ramah lingkungan kembali menjadi sorotan dalam perayaan Idul Adha. Salah satu fokus utama adalah penggunaan kemasan daging kurban yang minim plastik serta pengelolaan limbah penyembelihan hewan agar tidak mencemari lingkungan maupun mengganggu kesehatan masyarakat.

Prof Chandra Purnomo, pengamat lingkungan dari Universitas Gadjah Mada, menegaskan pentingnya pengolahan limbah kurban secara benar. Ia mengingatkan bahwa penyembelihan yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat tanpa fasilitas pengolahan limbah berizin berpotensi menyebabkan pencemaran.

Ia juga mencontohkan praktik di sejumlah negara maju yang mewajibkan penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah potong hewan (RPH) yang telah memiliki sistem pengolahan limbah memadai. Dengan demikian, penyembelihan mandiri tidak diizinkan demi menjaga lingkungan.

Selain itu, Prof Chandra mendorong pemanfaatan limbah organik dari hewan kurban sebagai sumber energi alternatif, seperti biogas. Langkah ini dinilai tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mendukung aksi menjaga bumi dalam tradisi kurban.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.