Media Kampung, Subang — Indonesia resmi mengoperasikan terminal kontainer baru di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, yang diharapkan mampu mengurangi kepadatan Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan ekspor nasional.
Terminal kontainer ini memiliki dermaga sepanjang sekitar 400 meter dengan kapasitas 800.000 kontainer per tahun. Proyek ini didukung oleh pemerintah Jepang melalui pinjaman senilai sekitar 1,6 miliar dolar AS yang disalurkan melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).
Kepala Perwakilan JICA Indonesia, Takeda Sachiko, menyatakan bahwa pihaknya telah mendengar permintaan kuat dari perusahaan-perusahaan Jepang agar terminal kontainer segera beroperasi. “Dengan beroperasinya terminal ini, kami berharap terminal ini akan dimanfaatkan secara aktif dan membantu memfasilitasi impor dan ekspor,” ujarnya.
CEO PT Pelabuhan Patimban International (PPI) Fuad Rizal menjelaskan bahwa Pelabuhan Patimban dibangun untuk melengkapi Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah sangat padat. “Dengan adanya Pelabuhan Patimban, pertumbuhan ekonomi dan industri dari kawasan Jawa Barat maupun Jawa Tengah bisa dilayani,” katanya.
Saat ini, terminal kendaraan di pelabuhan tersebut memiliki kapasitas 218.000 unit kendaraan per tahun, sementara terminal peti kemas memiliki kapasitas terpasang 525.000 TEUs. Sejak terminal kendaraan beroperasi pada 2022, sekitar 70 persen ekspor kendaraan Indonesia berasal dari Toyota dan Daihatsu.
Ekspor mobil utuh (CBU) Indonesia pada Januari–Mei 2026 mencapai 207.222 unit, naik 7,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Toyota mendominasi dengan kontribusi 58,8 persen atau 121.832 unit. Corporate Public Relations PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, A.B. Kuswandarto, mengatakan pertumbuhan ekspor ditopang oleh meningkatnya permintaan dari Asia dan Amerika.
Pelabuhan Patimban juga menjadi bagian dari kawasan Rebana Metropolitan yang mencakup tujuh kabupaten dan satu kota dengan populasi sekitar 10 juta jiwa. Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya, menyebutkan bahwa kawasan ini memiliki empat kawasan industri seluas sekitar 43.000 hektare dengan tingkat keterisian masih di bawah 10 persen, sehingga peluang investasi masih sangat terbuka.
Dengan beroperasinya terminal kontainer baru ini, diharapkan pusat logistik di Patimban dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan menarik lebih banyak investasi.






















Tinggalkan Balasan