Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan volume angkutan peti kemas sebesar 19,35 persen hingga Mei 2026. Total tonase barang yang berhasil diangkut mencapai 2.428.471 ton, meningkat 393.720 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 2.034.751 ton.

Peningkatan ini menunjukkan aktivitas distribusi barang di berbagai sektor semakin bergairah. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan, kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung terjadwal, efisien, dan mendukung kebutuhan dunia usaha serta masyarakat.

Kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) mencatat biaya logistik nasional saat ini sebesar 14,29 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi delapan persen pada tahun 2045. Ekonomi nasional Indonesia sendiri tumbuh 5,12 persen sepanjang 2025.

Laju kenaikan volume angkutan barang kereta api hampir empat kali lipat lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi. World Bank mencatat lebih dari 80 persen komoditas perdagangan global dikirim lewat laut, dengan peti kemas menyumbang sekitar 35 persen volume dan lebih dari 60 persen nilai transaksi perdagangan global.

Setiap peti kemas yang melintas membawa bahan baku penting bagi sektor industri manufaktur. Komoditas tersebut dikirim langsung menuju pelabuhan untuk mendukung ekspor ke pasar internasional. Kelancaran distribusi ini berkontribusi besar terhadap efisiensi biaya logistik nasional.

Penggunaan angkutan peti kemas berbasis rel juga meningkatkan kapasitas sistem transportasi nasional. Kereta api mampu mengangkut muatan dalam volume besar hanya dalam satu kali perjalanan, mendukung distribusi efektif yang menghubungkan kawasan industri. KAI terus membangun konektivitas logistik strategis antara pusat industri dan pelabuhan utama.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menambahkan, logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Oleh karena itu, KAI terus mengembangkan layanan peti kemas untuk mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.