Media Kampung – Penyembelihan hewan kurban merupakan momen penting dalam pelaksanaan ibadah Iduladha yang wajib dilakukan dengan tata cara dan doa yang tepat. Membaca doa menyembelih hewan kurban sebelum proses penyembelihan menjadi bagian utama agar ibadah tersebut diterima oleh Allah SWT.
Dalam tradisi Islam, doa sebelum menyembelih kurban bukan hanya sekadar bacaan, melainkan sebagai bentuk harapan dan pengharapan agar amalan kurban mendapat ridha dari Tuhan. Doa ini dapat ditemukan dalam beberapa kitab klasik seperti Irsyadul Anam fi Tarjamati Arkanil Islam karya Sayid Utsman bin Yahya dan kitab Tausyih ala Ibni Qasim dari Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani.
Urutan doa yang dianjurkan dimulai dengan membaca basmalah secara singkat yaitu “Bismillâh” yang berarti “Dengan nama Allah,” dan bisa juga disempurnakan dengan “Bismillâhir rahmânir rahîm” yang berarti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Bacaan ini menjadi pembuka sebelum proses penyembelihan dimulai.
Setelah itu, umat Islam dianjurkan membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud penghormatan dan doa kepada Rasulullah. Bacaan selawat tersebut berbunyi “Allâhumma shalli alâ sayyidinâ Muhammad, wa alâ âli sayyidinâ Muhammad” yang berarti “Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya.”
Selanjutnya, bacaan takbir dan tahmid dibaca sebanyak tiga kali, yaitu “Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd” yang artinya “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah.” Menurut Syekh Nawawi al-Bantani, takbir ini bahkan bisa dibaca sebelum membaca basmalah sebagai salah satu tata cara yang dianjurkan sebelum menyembelih hewan kurban.
Doa inti yang wajib dibaca saat hendak menyembelih adalah “Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm” yang berarti “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dengan ini aku mendekatkan diri kepada-Mu. Karena itu, terimalah ibadahku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” Doa ini menjadi ungkapan syukur sekaligus permohonan agar ibadah kurban diterima oleh Allah SWT.
Selain sebagai tuntunan spiritual, membaca doa-doa tersebut juga mengingatkan umat Islam pada hakekat kurban sebagai ibadah yang penuh makna dan penghormatan terhadap anugerah Tuhan. Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani menegaskan dalam kitab Tausyih ala Ibni Qasim bahwa rangkaian doa lengkap ini menjadi pedoman yang penting sebelum penyembelihan berlangsung.
Pelaksanaan doa dan tata cara menyembelih hewan kurban ini tidak hanya menjadi ritual formal, tetapi juga sarana memperkuat keimanan dan rasa syukur umat Islam di seluruh Indonesia. Dengan mengikuti tata cara yang benar, ibadah kurban diharapkan berjalan lancar dan mendapatkan berkah dari Allah SWT.
Seiring momentum Iduladha yang terus dirayakan, panduan doa ini menjadi referensi penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban secara tepat sesuai tuntunan agama. Pembacaan doa sebelum penyembelihan menjadi salah satu kunci kesempurnaan pelaksanaan kurban di tengah masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan