Media Kampung – Ribuan jemaah haji asal Indonesia mulai meninggalkan hotel tempat mereka menginap untuk menuju ke Arafah pada Senin, 25 Mei 2026. Pergerakan ini berlangsung secara bertahap dalam tiga gelombang keberangkatan yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi, sebagai bagian dari rangkaian puncak ibadah haji.

Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, menjelaskan bahwa seluruh jemaah telah berada di Makkah dan saat ini memasuki tahap persiapan akhir menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang dikenal sebagai fase Armuzna. Ia menekankan pentingnya mematuhi jadwal serta arahan petugas selama proses pemindahan agar rombongan tetap kompak dan tidak terpisah.

Lebih lanjut, Maria menyampaikan bahwa Satuan Tugas Arafah telah diberangkatkan sejak Minggu pagi untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas bagi jemaah. Tugas mereka meliputi pengecekan tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, serta perlindungan selama di Arafah. Ia menegaskan bahwa fase Armuzna merupakan tahap paling krusial dan padat sehingga seluruh layanan harus optimal untuk mendukung kelancaran ibadah jemaah.

Kementerian Haji dan Umrah juga memberikan himbauan kepada jemaah agar menjaga kondisi fisik dengan cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi, serta hidrasi yang baik sebelum berangkat ke Arafah. Jemaah diingatkan membawa perlengkapan penting seperti dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, dan botol minum. Disarankan juga untuk tidak membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, ataupun uang tunai dalam jumlah besar demi keamanan dan kemudahan mobilitas.

Maria juga mengajak seluruh petugas dan jemaah untuk saling membantu, khususnya terhadap lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki risiko kesehatan. Jika ada jemaah yang kebingungan atau terpisah dari rombongan, mereka dianjurkan untuk segera menghubungi petugas terdekat agar dapat dibantu dengan cepat.

Kemenhaj terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan berbagai unsur layanan lainnya. Upaya ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan fase Armuzna berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia yang menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dengan langkah persiapan matang dan pelaksanaan yang terorganisir, diharapkan seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah puncak haji dengan khusyuk dan tertib sesuai tuntunan agama serta protokol yang berlaku.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.