Media Kampung – Melaksanakan ibadah haji menjadi impian setiap umat Muslim, termasuk bagi Mbah Marsiah dari Kediri, Jawa Timur, yang berhasil menunaikan rukun Islam kelima ini pada usia 105 tahun. Perjalanan panjang dan penuh ketekunan menjadi kunci keberhasilannya menginjakkan kaki di Tanah Suci di usia senja.
Berbeda dari jamaah pada umumnya yang mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menunggu antrean, Mbah Marsiah menunjukkan kegigihan luar biasa dengan menabung secara mandiri selama puluhan tahun. Ia memulai tabungan sejak era kepemimpinan Pak Soeharto dengan hasil dari berjualan jenang atau dodol, menyisihkan uang sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 per hari secara konsisten tanpa sepengetahuan anak dan cucunya.
Kondisi fisik yang tetap bugar di usia lanjut menjadi faktor penting yang mendukung keberangkatan Mbah Marsiah. Ia mampu berkomunikasi dengan lancar dan memiliki daya ingat yang tajam, termasuk mengingat saran dokter agar tidak memaksakan diri saat menjalankan ibadah tawaf dan memperbanyak istirahat. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan menjadi hal krusial bagi jamaah haji, terutama yang berusia lanjut.
Meski sempat ada kekhawatiran dari keluarga mengenai kemampuannya menjalani ibadah di usia yang sudah sangat tua, Mbah Marsiah justru menunjukkan kondisi yang semakin prima menjelang keberangkatan. Ia mampu berjalan dengan baik saat prosesi pemberangkatan, membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk mewujudkan impian jika didukung oleh niat kuat dan usaha yang tekun.
Kisah Mbah Marsiah menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa rezeki dan umur sudah diatur oleh Allah Ta’ala. Usaha menabung dengan sabar dan doa yang tak pernah putus menjadi kunci keberhasilan mewujudkan cita-cita yang terkesan sulit dijangkau. Dalam sebuah wawancara dengan Juru Bicara Kementerian Haji RI, Maria Assegaf, Mbah Marsiah menyampaikan harapannya agar semua orang bisa selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menunaikan ibadah haji.
Keberhasilan Mbah Marsiah ini tidak hanya menjadi cerita pribadi, tetapi juga menguatkan nilai ketekunan dan kesabaran dalam menjalani proses panjang menuju Tanah Suci. Semangat dan tekadnya menginspirasi banyak orang bahwa impian besar bisa terwujud meski menghadapi berbagai tantangan usia dan kondisi fisik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan