Media Kampung – Pembangunan Kampung Haji di Makkah menjadi harapan besar bagi jemaah asal Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan layanan haji dan umrah dengan pendekatan yang lebih terpadu dan terintegrasi.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa konsep Kampung Haji terinspirasi oleh wakaf yang dilakukan oleh Habib Bugak Al Asyi. Sosok yang berasal dari Aceh ini dijadikan contoh karena wakafnya telah memberikan manfaat selama lebih dari dua abad.
Dahnil menyampaikan hal ini saat bertemu dengan jemaah Aceh di Sektor enam Makkah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menjelaskan bahwa Habib Bugak telah memberi teladan yang patut dicontoh dalam hal wakaf, yang manfaatnya masih dirasakan hingga saat ini.
Ia menyatakan, “Habib Bugak telah lebih dari 200 tahun memberikan teladan bantuan yang terus memberi manfaat bagi warga Aceh.” Pernyataan ini diungkapkan di Hotel Burj Al Wahda, tempat di mana 53 kloter jemaah Aceh menginap, dengan total lebih dari 11 ribu jemaah.
Dari total tersebut, 5.482 orang berasal dari Embarkasi Aceh dan 5.760 orang dari Embarkasi Medan. Kehadiran Dahnil disambut oleh Imam Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abu Paya Pasi, bersama sejumlah jemaah lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Dahnil menekankan bahwa model bantuan yang dicontohkan oleh Habib Bugak seharusnya menjadi acuan bagi program Kampung Haji yang diinisiasi oleh pemerintah. “Apa yang dilakukan Habib Bugak sudah dilakukan 200 tahun lalu, tapi kebermanfaatannya masih sampai hari ini,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa jemaah Aceh merasakan manfaat finansial dari wakaf bersejarah tersebut. Nilai manfaat wakaf itu bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah per jemaah, yang tentunya sangat membantu mereka dalam menjalankan ibadah haji.
Dahnil menggarisbawahi pentingnya Aceh dalam konteks sejarah perhajian di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa kontribusi Aceh terhadap republik ini merupakan bagian penting dalam ekosistem haji nasional. “Aceh punya sejarah panjang buat republik, Aceh juga punya sejarah panjang buat perhajian Indonesia,” tuturnya.
Antusiasme jemaah Aceh untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji, meskipun daerahnya baru saja mengalami musibah, mendapatkan apresiasi dari Dahnil. Ini menunjukkan semangat dan komitmen yang tinggi dari jemaah untuk menjalankan ibadah haji mereka dengan baik.
Dengan berbagai inisiatif dan inspirasi dari tokoh-tokoh seperti Habib Bugak Al Asyi, Kampung Haji diharapkan dapat menjadi solusi bagi jemaah haji Indonesia di masa depan, dengan menyediakan layanan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan