Media Kampung – Noah Atubolu menjadi sorotan utama dalam perjalanan Freiburg menuju final Liga Europa musim 2025/2026. Kiper berusia 23 tahun tersebut menunjukkan performa impresif sepanjang kompetisi Eropa, meski pada akhirnya timnya harus mengakui keunggulan Aston Villa dengan skor 0-3 di final yang digelar di Istanbul, Turki.

Atubolu, yang lahir dan besar di Freiburg, mengungkapkan bahwa final ini sangat berarti secara pribadi karena didukung oleh keluarga dan para pendukung yang telah mendampingi kariernya sejak kecil. Ia bermain penuh selama kampanye Eropa Freiburg, mencatatkan lima clean sheet dan melakukan penyelamatan penalti krusial saat melawan Braga di babak semifinal pertama.

Burnley Hadapi Aston Villa dalam Perebutan Posisi Klasemen Liga Primer Inggris
Baca juga:
Burnley Hadapi Aston Villa dalam Perebutan Posisi Klasemen Liga Primer Inggris

Dalam wawancara sebelum pertandingan final, Atubolu menuturkan betapa sulitnya perjalanan menuju babak puncak, terutama saat menghadapi tekanan berat di fase knockout. Ia menekankan semangat juang tinggi yang dimiliki timnya meski berasal dari klub dengan latar belakang yang lebih sederhana dibandingkan dengan klub-klub besar Eropa lainnya.

Selama laga final, Freiburg berusaha keras untuk menahan gempuran Aston Villa, namun gol-gol dari Youri Tielemans, Emiliano Buendía, dan Morgan Rogers mengukuhkan kemenangan 3-0 bagi klub Inggris tersebut. Atubolu mengaku momen penyelamatan penalti dan atmosfer di leg kedua semifinal menjadi kenangan paling berkesan musim ini, mengajarkan pentingnya kekuatan mental di pertandingan besar.

Atletico Madrid vs Club Brugge 4-1, Hat-trick Sorloth Antar ke 16 Besar
Baca juga:
Atletico Madrid vs Club Brugge 4-1, Hat-trick Sorloth Antar ke 16 Besar

Selain itu, Atubolu memuji pelatih Julian Schuster atas pengaruh positifnya sejak mengambil alih, yang terlihat dari pencapaian klub di liga domestik dan kompetisi Eropa. Meski gagal meraih gelar, pengalaman final ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi karier Atubolu dan Freiburg di masa depan.

Kekalahan di final Liga Europa ini sekaligus menandai sejarah penting bagi Freiburg yang tampil untuk pertama kalinya di pertandingan puncak kompetisi Eropa. Sementara itu, kemenangan Aston Villa menjadi gelar besar pertama mereka dalam puluhan tahun, sekaligus menambah koleksi gelar pelatih Unai Emery di Liga Europa.

Kekalahan dari Aston Villa Menjadi Momen Perpisahan Pep Guardiola, Stones, dan Silva di Manchester City
Baca juga:
Kekalahan dari Aston Villa Menjadi Momen Perpisahan Pep Guardiola, Stones, dan Silva di Manchester City