Media Kampung – Suasana Studio Black Box Gedung Q Kampus Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya diselimuti kegelapan pekat pada hari ini, Selasa, 20 Oktober 2026. Dari dalam keremangan itu, pendar cahaya biru dan kuning yang memikat mulai berpendar, membawa penonton melintasi batas-batas bahasa dan kebudayaan.
Grup teater boneka kontemporer terkemuka asal Reims, Prancis, Succursale 101, sukses menggelar pementasan puitis berjudul Petit Bleu et Petit Jaune (Little Blue and Little Yellow). Pertunjukan yang diadaptasi dari buku cerita anak legendaris karya ilustrator Italia, Leo Lionni, ini menjadi pemungkas rangkaian tur kebudayaan mereka di Indonesia.
Diselenggarakan atas kolaborasi Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya dan Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif UK Petra, acara gratis ini menyedot antusiasme luas dari pelajar, mahasiswa, hingga penikmat seni.
Tematik Pertunjukan
Pementasan berdurasi 30 menit ini mengangkat tema utama persahabatan, identitas, dan penerimaan atas perbedaan. Kisah dua karakter warna yang saling berpelukan hingga berubah menjadi hijau menggambarkan makna yang dalam. Ketika pulang, orang tua mereka tak lagi mengenali keduanya, memicu alur cerita visual yang ceria namun penuh makna filosofis mendalam.
Dialog dalam Bahasa Indonesia
Istimewanya, meski dirancang dan dikembangkan di Prancis, seluruh dialog pementasan dibawakan secara fasih menggunakan bahasa Indonesia. Langkah transkultural ini diambil untuk memastikan cerita terasa hangat dan dapat diakses secara langsung oleh publik tanah air.
Apresiasi dari Pihak Terkait
Apresiasi tinggi atas terselenggaranya gelaran internasional ini disampaikan oleh Artistic Director Petra Theater, Melinda. Mewakili tuan rumah, ia mengungkapkan rasa bangganya dapat menyambut pementasan berskala besar di lingkungan kampus UK Petra. “Satu kehormatan besar bagi kami bisa menyambut pementasan luar biasa ini. Kami telah menantikan momen seperti ini selama hampir 15 tahun untuk bisa merasakannya secara langsung,” ungkap Melinda dalam sambutan pembukaannya.
Senada dengan Melinda, Direktur IFI Surabaya, Vincent Padar, turut mengapresiasi sinergi kebudayaan yang terjalin erat antara institusinya dan kampus lokal. Ia menilai Studio Black Box UK Petra sangat presisi dalam menunjang keutuhan konsep artistik pertunjukan. “Saya sangat bersyukur kita dapat menyelenggarakan acara ini di ruang yang begitu indah. Di Surabaya, Studio Black Box milik UK Petra ini merupakan salah satu fasilitas terbaik yang mampu memenuhi spesifikasi teknis gelap total untuk keajaiban pencahayaan dan teater bayangan pementasan ini,” tutur Vincent Padar.
Lebih lanjut, Vincent membagikan refleksinya mengenai kedalaman pesan moral yang terpancar dari balik pertunjukan visual nan sederhana tersebut. Menurutnya, narasi yang dibawakan Succursale 101 menyimpan nilai kemanusiaan universal yang relevan bagi seluruh kalangan usia.













