Media Kampung – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia meluluskan sedikitnya 2.000 taruna dan mahasiswa dari politeknik kelautan dan perikanan setiap tahunnya. Lulusan yang terampil ini dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan, termasuk peluang kerja sebagai awak kapal di Portugal.
Keahlian dan Pendidikan Lulusan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa lulusan KKP memiliki beragam keahlian yang dibangun melalui pendidikan selama dua hingga empat tahun. “Seluruh tenaga kerja terampil yang kita didik ada yang dua tahun, tiga tahun, hingga empat tahun dengan berbagai macam keahlian. Kita latih dan didik mereka menjadi sumber daya manusia yang siap pakai,” ungkap Trenggono dalam konferensi pers penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) Indonesia-Portugal di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta.
Peluang Kerja Internasional
Menurut Trenggono, pasar kerja bagi lulusan KKP tidak hanya terbatas di dalam negeri. Tenaga kerja Indonesia di sektor kelautan dan perikanan telah tersebar di berbagai negara, termasuk Portugal, Spanyol, China, Korea Selatan, dan Jepang. KKP berencana untuk menindaklanjuti kerja sama dengan Portugal melalui komunikasi langsung dengan tujuan memperluas akses ke pasar kerja internasional.
Konsolidasi Pendidikan
Trenggono juga menyampaikan bahwa mulai tahun ini, KKP telah menyatukan pendidikan politeknik kelautan dan perikanan ke dalam Institut Kelautan Indonesia, yang dikenal sebagai Ocean Institute of Indonesia. Ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat pendidikan dan penyiapan tenaga kerja di sektor bahari.
Target Pelatihan Masyarakat
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa KKP memiliki 11 satuan pendidikan tinggi dan 7 satuan pendidikan menengah. Selain ijazah, peserta didik juga dibekali sertifikat keahlian yang mengacu pada ketentuan Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel (STCW-F) 1995. KKP menargetkan untuk memfasilitasi pelatihan bagi 2.000 orang masyarakat umum setiap tahun melalui balai-balai pelatihan KKP.
Kesepakatan dan Pengakuan Kompetensi
Jumlah tenaga kerja yang akan dikirim ke Portugal tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah setempat. Setelah penandatanganan MRA, kedua negara akan melanjutkan pembahasan teknis mengenai kesetaraan sertifikasi keahlian. Trenggono berharap kesepakatan ini akan memperjelas pengakuan atas kompetensi tenaga kerja Indonesia di luar negeri dan berkontribusi pada devisa negara.













