Media Kampung – Kasus meninggalnya Z, bocah berusia 10 tahun dengan Down syndrome, mencuat setelah keluarga menduga bahwa ia menjadi korban perundungan oleh dua anak tetangganya. Insiden ini terjadi di Rungkut, Surabaya, dan menjadi peringatan bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang empati dan menghargai perbedaan sejak dini.

Ibu Z menemukan anaknya tersungkur di teras rumah dengan tali sepatu di leher dan sisa sabun colek di mulut. Setelah mendapatkan informasi dari keluarga, pihak kepolisian kini sedang menyelidiki kasus tersebut. Keluarga Z juga memeriksa rekaman CCTV yang menunjukkan dua anak masuk ke rumah korban secara bergantian. Menurut keluarga, seminggu sebelum kejadian, kedua anak tersebut diduga pernah mengalungkan tali tampar ke pundak Z.

Pentingnya Mengajarkan Empati

Psykolog Madeline Jessica, M.Psi, menjelaskan bahwa pendidikan empati harus dimulai sejak dini. Orang tua bisa mengenalkan kepada anak bahwa setiap orang memiliki karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda, dan semua orang berhak dihormati.

Cara Mengajarkan Anak Menghargai Perbedaan

  • Gunakan buku cerita atau film animasi yang berfokus pada tema persahabatan dan anak berkebutuhan khusus.
  • Diskusikan perasaan tokoh dalam cerita setelah membaca atau menonton bersama.
  • Berlatih melalui permainan peran untuk mengajak teman yang sendirian bermain bersama.

Dengan cara-cara ini, anak diharapkan dapat mengembangkan kemampuan untuk memahami sudut pandang orang lain, yang dikenal sebagai perspective-taking.

Madeline juga menekankan pentingnya bagi orang tua untuk tidak hanya memarahi anak jika mereka melontarkan ejekan, tetapi juga membantu mereka memahami dampak dari perkataan mereka terhadap orang lain.