Media Kampung, SeoulFC Seoul kembali memperkuat posisinya di puncak klasemen K League 1 2026 setelah mencatat kemenangan kelima beruntun, termasuk kemenangan tipis 1‑0 melawan Ulsan pada Gyeongin Derby. Kelebihan 17 poin atas tim terdekat memberi klub kapital itu jarak aman menjelang pertandingan penting melawan Persib Bandung.

Kontroversi muncul ketika sebagian suporter FC Seoul menampilkan spanduk berisi permainan karakter Hanzi yang mengubah nama Incheon United menjadi istilah menghina pada pertandingan tersebut. K League menyiapkan rapat komite disiplin pada 10 September untuk menentukan sanksi, yang diperkirakan meliputi denda berat atau pembatasan penonton.

Baca juga:
  • Hasil pertandingan: FC Seoul 1‑0 Ulsan (gol pada menit ke‑3).
  • Ulsan saat ini kembali ke posisi ketiga setelah hanya mengamankan hasil imbang 0‑0 di pertandingan terakhir.
  • Klasemen: FC Seoul memimpin dengan selisih 17 poin dari pesaing terdekat.

Kejadian spanduk menimbulkan kecaman keras dari Walikota Incheon Park Chan‑dae, yang menilai tindakan tersebut melampaui batas rivalitas olahraga dan menghina lebih dari tiga juta penduduk kota tersebut. Incheon United pun mengeluarkan pernyataan resmi menuntut tindakan tegas.

Baca juga:

Komite disiplin K League diperkirakan akan mempertimbangkan denda, penangguhan tiket penonton, atau sanksi administratif lainnya. Jika sanksi dijatuhkan, FC Seoul harus menyeimbangkan fokus pada perburuan gelar dengan menanggapi tekanan publik dan potensi gangguan pada jadwal pertandingan mendatang.

Baca juga:

Meskipun kontroversi ini mengancam citra klub, performa lapangan tetap menjadi faktor utama dalam perebutan gelar. FC Seoul diharapkan tetap mengoptimalkan strategi di laga berikutnya melawan Persib Bandung, sambil menunggu keputusan komite disiplin yang dapat memengaruhi dinamika kompetisi.