Media Kampung, Semarang – Jenazah Mozza Axillia Gunarsa (18) akhirnya tiba di rumah duka di Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat malam, 4 September 2026, setelah ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di pinggir jalan tol kawasan Jangli, Kota Semarang.
Kedatangan jenazah Mozza disambut dengan isak tangis keluarga dan pelayat yang melaksanakan salat jenazah disertai doa yang tak terputus. Mozza yang dilaporkan hilang selama satu tahun ditemukan dibunuh oleh seorang pria yang merupakan teman dekatnya. Jasadnya ditemukan terbungkus karung di semak-semak pinggir jalan tol, dengan bukti pengikatan menggunakan tali rafia dan lakban.
Ketua RT 04 RW 01, Suryanto, mengungkapkan bahwa dirinya menerima kabar penemuan kerangka pada sore hari, yang kemudian dikonfirmasi oleh Polrestabes Semarang dan keluarga Mozza. Rencananya, jenazah Mozza akan segera dimakamkan di Makam Sepringgitan, Dusun Gebugan, tempat tinggalnya.
Kakek Mozza, Ngadirin, menyampaikan kesedihan dan ketidakpercayaan atas kepergian cucunya. Ia mengaku sudah memiliki firasat buruk sejak beberapa hari sebelumnya karena Mozza tidak kunjung pulang.
Polisi telah mengamankan terduga pelaku berinisial MDVA (22), warga Kabupaten Blora, pada 3 September 2026. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
Kronologi Penemuan Jenazah Mozza
- Pada 4 September 2026 sore, ditemukan kerangka manusia di pinggir jalan tol kawasan Jangli, Kota Semarang.
- Polisi dan keluarga Mozza mengonfirmasi bahwa kerangka tersebut adalah Mozza yang dilaporkan hilang selama satu tahun.
- Jenazah Mozza tiba di rumah duka pada malam hari, disambut dengan salat jenazah dan doa bersama.
- Terduga pelaku pembunuhan, teman dekat Mozza, ditangkap keesokan harinya.
Reaksi Keluarga dan Masyarakat
Keluarga Mozza masih dalam kesedihan mendalam atas kehilangan yang tragis ini. Mozza dikenal sebagai pribadi yang santun dan baik oleh lingkungan sekitar. Ketua RT dan warga setempat turut menyampaikan bela sungkawa dan mendukung proses pemakaman di desa.
Proses Hukum dan Penyelidikan
Polrestabes Semarang telah mengamankan terduga pelaku dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi pembunuhan. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan korban yang hilang selama satu tahun dan ditemukan dalam kondisi mengenaskan.















Tinggalkan Balasan