Media Kampung, Magelang – Dari total 4.051 keluarga terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) tahap dua, hanya 1.730 yang masih menerima bantuan pada akhir September 2026. Sekitar 2.300 keluarga diputuskan tidak lagi berhak karena naik desil atau terindikasi penipuan (judol) seperti memiliki rekening ASN, ID PLN ganda, atau jabatan dalam perusahaan.

Ketua Tim PKH Kota Magelang, Taufiq Hendra Wicaksono, menjelaskan bahwa peningkatan desil menjadi alasan utama pencoretan, namun indikasi penipuan mendominasi keputusan. Jika satu anggota keluarga dalam satu KK terindikasi, seluruh KK dapat dicoret, meski anggota lain belum menerima bantuan.

Baca juga:

Fenomena serupa muncul di tingkat nasional. Pemerintah berencana membatasi pembelian BBM bersubsidi Pertalite bagi rumah tangga desil 9‑10, sambil menekankan pentingnya validitas data untuk menghindari salah sasaran. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap kajian dan memerlukan data desil yang akurat.

Sementara itu, Bank Indonesia yang baru dipimpin oleh Destry Damayanti menyoroti peran kolaboratif antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan kementerian terkait untuk menstabilkan inflasi, khususnya pada sektor pangan. Upaya tersebut mencakup kerja sama dengan Kementerian Pertanian serta promosi transaksi mata uang lokal (LCT) bersama Kementerian Perdagangan dan BKPM.

Baca juga:

Untuk meningkatkan ketepatan penyaluran, Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Dukcapil memperkuat digitalisasi data kependudukan. Di Tarakan, program Identitas Kependudukan Digital (IKD) diimplementasikan dengan verifikasi data secara jemput bola, mengurangi inclusion dan exclusion error yang sering menimbulkan kesalahan penyaluran bansos.

Survei publik oleh Tempo Data Science menunjukkan 95 % penerima PKH menyatakan puas, menjadikan program ini yang paling dihargai dibandingkan bansos lain. Tingginya kepuasan mencerminkan efektivitas bantuan yang terfokus pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, asalkan data penerima tetap akurat dan terverifikasi.

Baca juga: