Media Kampung – Insinyur lulusan IIT Delhi, Shaivee Malik, bersama timnya mengembangkan solusi inovatif berupa sistem pendingin elektrik yang beroperasi tanpa mengandalkan mesin truk. Teknologi ini dirancang untuk menjaga rantai dingin dalam pengiriman barang sensitif seperti makanan, terutama saat kendaraan berhenti dan mesin dimatikan.

Yotuh Energy, startup teknologi iklim yang didirikan oleh Shaivee Malik, Vivek Mahindrakar, dan Dharmik Bapodara, menghadirkan sistem Electric Refrigeration for Intracity Logistics (eRIL). Sistem ini memungkinkan unit pendingin berjalan secara independen menggunakan tenaga baterai, sehingga tidak perlu mesin truk menyala terus-menerus. Inovasi ini berpotensi memangkas biaya operasional pendinginan hingga 75% sekaligus mengurangi konsumsi diesel yang selama ini digunakan hanya untuk menjaga suhu barang tetap dingin.

Baca juga:

Pengalaman Shaivee Malik selama bergabung dengan tim Formula Student di IIT Delhi yang fokus membuat mobil balap listrik memberi dasar teknis kuat dalam mengembangkan perangkat keras yang bisa diandalkan dalam kondisi nyata. Setelah lulus pada tahun 2021, mereka memutuskan menyalurkan keahlian tersebut untuk mengatasi krisis rantai dingin di India yang selama ini bergantung pada mesin pembakaran diesel, yang tidak efisien dan berkontribusi pada polusi.

Sistem eRIL yang dikembangkan Yotuh Energy dapat dipasang pada truk dengan mesin pembakaran internal maupun kendaraan listrik, sehingga fleksibel untuk berbagai jenis armada pengiriman. Dengan sistem ini, pendinginan tetap berjalan meskipun truk berhenti, mengalami kerusakan, atau sedang tidak menyala, menjaga kualitas dan kesegaran produk tetap terjaga hingga sampai tujuan.

Baca juga:

Inovasi ini memiliki potensi signifikan dalam mengurangi dampak lingkungan dari sektor logistik serta meningkatkan efisiensi distribusi produk segar dan farmasi di kota-kota besar dan daerah perkotaan di India. Dengan mengurangi ketergantungan pada mesin truk yang terus menyala, Yotuh Energy menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis untuk masalah rantai dingin yang selama ini menjadi tantangan besar di negara tersebut.

Keberhasilan teknologi ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara keahlian teknik dan visi keberlanjutan dalam menciptakan solusi praktis untuk masalah nyata masyarakat. Shaivee Malik dan timnya membuktikan bahwa inovasi sederhana namun tepat guna dapat memberikan dampak besar bagi sektor logistik dan lingkungan secara luas.

Baca juga: