Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) resmi mengganti nama kereta eksklusif Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek efektif 9 Mei 2026, tanpa mengubah jadwal atau tarif.
Franoto Wibowo, Manager Humas Daop 1 Jakarta, menyatakan perubahan nama bersifat penyederhanaan dan tidak memengaruhi operasional perjalanan maupun hak penumpang.
KA Anggrek melayani rute utama antara Jakarta dan Surabaya, melewati kota‑kota penting seperti Bandung, Yogyakarta, dan Malang, dengan tiga kelas pelayanan mulai eksekutif, bisnis, dan ekonomi.
Penamaan semula “Argo Bromo Anggrek” mengacu pada gunung Bromo dan bunga anggrek, simbol keindahan alam Jawa Timur, namun sejak kecelakaan pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur, citra kereta tersebut mengalami tekanan publik.
Kecelakaan itu melibatkan tabrakan dengan KRL Commuter Line, menewaskan 16 penumpang dan menimbulkan puluhan luka, serta menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan operasional KAI.
Dalam rangka merespons insiden, KAI mengumumkan bahwa rename ke KA Anggrek sekaligus pembaruan identitas layanan bertujuan menegaskan komitmen pada keselamatan, kenyamanan, dan keandalan.
Perubahan nama diikuti penyesuaian pada sistem tiket digital, papan informasi stasiun, serta materi promosi agar penumpang tidak mengalami kebingungan saat melakukan perjalanan.
Franoto menegaskan, "Penyederhanaan nama ini tidak mempengaruhi operasional perjalanan. Jadwal, rute, hingga kelas pelayanan tetap sama. Pelanggan tetap memperoleh layanan dengan standar yang telah ditetapkan," menambah bahwa tiket yang sudah dibeli tetap sah.
Sejumlah penumpang yang terlibat dalam kecelakaan, termasuk Rolland E Potu, telah mengajukan gugatan immateril senilai Rp 100 miliar ke Pengadilan Negeri Bandung, menuntut kompensasi bagi korban.
KAI mengaku menghormati proses hukum dan menegaskan bahwa gugatan tidak mengubah kebijakan rename maupun jadwal operasional KA Anggrek.
Manajemen KAI juga berjanji memperkuat komunikasi darurat, memperbaiki prosedur informasi pasca insiden, dan meningkatkan pelatihan staf di perlintasan tingkat risiko tinggi.
Sejak 9 Mei, kereta beroperasi dengan nama KA Anggrek pada semua platform pemesanan, sementara tampilan nama lama tetap muncul pada beberapa materi cetak yang belum diperbarui.
Pengguna layanan diharapkan memberi waktu bagi KAI menyelesaikan transisi penuh, sementara pengawasan regulator terus memantau standar keselamatan kereta api nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan