Media Kampung – Nvidia dikabarkan tengah melakukan pembicaraan untuk berinvestasi di Perplexity AI, sebuah perusahaan rintisan di bidang kecerdasan buatan (AI), dengan valuasi yang diperkirakan mencapai lebih dari $30 miliar. Nilai ini menunjukkan peningkatan lebih dari 50 persen dibandingkan valuasi Perplexity yang sebesar $20 miliar pada tahun sebelumnya.
Pembicaraan investasi ini muncul di tengah lonjakan pendapatan Perplexity yang kini telah mencapai lebih dari $750 juta secara tahunan, naik signifikan dari angka di bawah $250 juta pada awal tahun 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh produk utama Perplexity, yaitu Perplexity Computer, sebuah agen AI berbasis cloud yang digunakan oleh para profesional untuk mengotomatisasi berbagai tugas komputer. Selain itu, Perplexity juga mengembangkan Comet, browser AI yang telah tersedia secara gratis untuk pengguna di seluruh dunia sejak Oktober 2025.
Perplexity menolak memberikan komentar terkait kabar pembicaraan ini, dan Nvidia juga belum memberikan tanggapan resmi. Namun, langkah ini sejalan dengan strategi Nvidia yang kerap melakukan investasi ekuitas di berbagai perusahaan AI, termasuk OpenAI dan Anthropic, sekaligus mengamankan permintaan chip GPU untuk kebutuhan pengembangan teknologi AI.
Selain Nvidia, Perplexity juga didukung oleh sejumlah investor ternama seperti Jeff Bezos, pendiri Amazon, dan SoftBank Group dari Jepang. Pada awal tahun 2026, Perplexity menandatangani kesepakatan senilai $750 juta dengan Microsoft untuk menggunakan layanan cloud Azure, yang semakin memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem AI global.
CEO Perplexity, Aravind Srinivas, menyatakan bahwa perusahaan berencana untuk melantai di bursa saham pada tahun 2028, meskipun kondisi pasar dan respons terhadap pencatatan saham perusahaan AI lain seperti Anthropic dan OpenAI dapat memengaruhi proses tersebut.
Perplexity bukan hanya berfokus pada pengembangan teknologi pencarian berbasis AI yang lebih baik, tetapi juga berupaya menciptakan platform yang mendukung berbagai aktivitas digital seperti membaca, membandingkan, berbelanja, dan bekerja secara lebih efisien dengan bantuan AI.
Dengan valuasi yang terus meningkat dan dukungan dari perusahaan teknologi besar seperti Nvidia dan Microsoft, Perplexity menunjukkan potensi yang signifikan untuk tumbuh dan menjadi pemain utama dalam industri AI yang semakin berkembang pesat.















Tinggalkan Balasan