Media Kampung – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan berbagai teknologi canggih berbasis kecerdasan buatan (AI) dan sensor multisensor untuk mendukung keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu inovasi utama adalah perangkat Food Guard yang mampu mendeteksi tanda-tanda makanan mulai rusak dengan akurat melalui analisis gas yang dilepaskan makanan saat pembusukan.

Food Guard bekerja dengan membaca perubahan gas yang muncul dari makanan menggunakan multisensor yang menangkap senyawa seperti hidrogen sulfida dan amonia. Data ini kemudian diproses menggunakan model AI untuk mengidentifikasi kondisi makanan secara objektif, sehingga pemeriksaan tidak hanya mengandalkan bau atau tampilan saja. Meski demikian, BRIN belum mengungkap detail akurasi, waktu deteksi, maupun jadwal penerapan luas teknologi ini.

Baca juga:

Inovasi Teknologi Pendukung Program MBG

Selain Food Guard, BRIN memperkenalkan beberapa teknologi lain yang mencakup seluruh rantai penyediaan makanan dalam program MBG. Teknologi tersebut meliputi:

  • Fresh Scan: Alat yang memindai kesegaran makanan dengan mendeteksi gas spesifik dan mengintegrasikannya dengan sistem Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kualitas secara real-time.
  • Test-kit MBG: Menggunakan lima jenis sensor gas untuk mendeteksi tanda-tanda pembusukan makanan secara lebih komprehensif.
  • Smart Bioplastic: Kemasan berbasis biomassa yang tidak hanya menjaga mutu dan umur simpan makanan, tetapi juga berfungsi sebagai sensor pintar yang merespons perubahan kondisi makanan.
  • Sistem Monitoring Berbasis AI: Dirancang untuk memantau keamanan pangan, kualitas gizi, higienitas dapur, rantai pasok, dan distribusi dalam program MBG secara terintegrasi.

Peran Penting Teknologi dalam Keamanan Pangan MBG

Program MBG melibatkan berbagai tahapan mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Faktor seperti suhu dan durasi penyimpanan sangat memengaruhi kondisi makanan. Dengan teknologi seperti Food Guard, pemeriksaan keamanan pangan dapat dilakukan lebih efektif dan objektif, memberikan lapisan perlindungan tambahan di luar prosedur kebersihan dan pengolahan yang sudah ada.

Baca juga:

Perkembangan dan Tantangan Implementasi

Hingga saat ini, BRIN belum menetapkan jadwal pasti untuk penerapan luas teknologi Food Guard dan perangkat lainnya dalam program MBG. Inovasi-inovasi ini masih dalam tahap pengembangan dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan akurasi, biaya produksi, dan kesiapan implementasi di lapangan.

Arif Satria, Kepala BRIN, menekankan pentingnya mengubah paradigma riset dari sekadar prototipe menjadi solusi nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mempercepat pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan dalam program MBG.

Baca juga:

Kesimpulan

Pengembangan teknologi berbasis AI dan sensor multisensor oleh BRIN merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keamanan pangan di Indonesia, khususnya dalam program Makan Bergizi Gratis. Inovasi seperti Food Guard dan Fresh Scan memberikan potensi besar untuk memantau kondisi makanan secara lebih akurat dan real-time. Walaupun masih dalam tahap pengembangan, teknologi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan dan menjaga mutu makanan yang disalurkan kepada masyarakat luas.