Media KampungArgentina tengah mengalami perubahan signifikan dalam sektor energi dengan fokus memperbesar penggunaan etanol dalam bahan bakar dan mengurangi ekspor jagung. Langkah ini merupakan bagian dari upaya transisi energi yang diiringi oleh reformasi regulasi dan peningkatan produksi biocombustibles, terutama etanol berbasis jagung.

Pada tahun 2026, Argentina diperkirakan mencapai produksi etanol tertinggi dengan estimasi 1,35 miliar liter, di mana sekitar 60% etanol tersebut berasal dari jagung. Pemerintah mengusulkan revisi undang-undang biocombustibles yang akan menaikkan kadar campuran etanol dalam bensin dari 12% menjadi 15%, serta biodiesel dari 7,5% menjadi 10%. Hal ini bertujuan memperkuat pasar domestik sekaligus mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 375 juta ton CO₂ ekuivalen pada tahun 2030.

Baca juga:

Produksi etanol yang meningkat akan lebih banyak digunakan untuk konsumsi dalam negeri, dengan sekitar 95% produksi diperkirakan tidak diekspor. Ekspor diperkirakan turun menjadi 80 juta liter pada 2026, dibandingkan rekor 131 juta liter pada tahun sebelumnya. Brasil tetap menjadi pasar utama tujuan ekspor etanol Argentina.

Baca juga:

Reformasi yang diusulkan mendapatkan dukungan luas untuk etanol, namun biodiesel masih menjadi isu yang kontroversial, terutama karena kekhawatiran produsen kecil terhadap persaingan dari perusahaan besar dan integrasi vertikal perusahaan minyak. Selain itu, Argentina masih menjaga insentif fiskal dan harga beli resmi yang diatur oleh Kementerian Energi, meskipun terdapat tantangan dalam penyesuaian harga yang mengakibatkan tekanan pada profitabilitas produsen kecil dan menengah.

Baca juga:

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Argentina untuk berkontribusi pada pengurangan emisi global dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan biocombustibles yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.