Media Kampung, Bogor – Gangguan pasokan air yang terjadi akibat kebocoran pipa PVC 16 milik Perumda Tirta Pakuan di Jalan Rancamaya mempengaruhi sejumlah wilayah di Kota Bogor. Beberapa daerah terdampak meliputi Perumahan Rancamaya, Kelurahan Kertamaya, Pakuan, Harjasari, Sindangsari, Sindangrasa, Muarasari, serta Jalan Raya Wangun.
Respons DPRD Kota Bogor
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bogor, H. Edi Kholki Zaelani, menekankan pentingnya penyelesaian perbaikan pipa tersebut secara cepat agar gangguan layanan kepada masyarakat dapat diminimalisir. Ia menyatakan, “Perbaikan harus singkat dan tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan.” Menurut Edi, banyak warga yang sangat bergantung pada layanan air dari Perumda Tirta Pakuan, sehingga durasi perbaikan yang lama akan berdampak signifikan terhadap kebutuhan air sehari-hari masyarakat.
Upaya Mengatasi Dampak Gangguan
Sebagai solusi sementara, Edi meminta Perumda Tirta Pakuan untuk menyiapkan tangki air guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gangguan pasokan. Penyediaan tangki ini dianggap penting agar warga tetap dapat mengakses air bersih selama proses perbaikan berlangsung.
Rencana Jangka Panjang Perumda Tirta Pakuan
Lebih lanjut, Edi menyoroti rencana bisnis Perumda Tirta Pakuan yang mencakup penggantian pipa-pipa lama secara bertahap. Ia mengingatkan agar langkah ini selalu diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan air masyarakat. Hal ini penting mengingat banyak warga Kota Bogor kini bergantung sepenuhnya pada layanan PDAM dan telah meninggalkan penggunaan sumur tradisional.
Konteks dan Dampak
Gangguan pasokan air ini menjadi perhatian serius karena air merupakan kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Kota Bogor yang memiliki ketergantungan tinggi pada layanan PDAM harus memastikan bahwa perbaikan infrastruktur dilakukan dengan efisien dan cepat agar tidak mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Penyediaan solusi sementara seperti tangki air juga menjadi langkah krusial dalam menjaga kontinuitas layanan air bersih.














Tinggalkan Balasan