Media Kampung

Pernikahan Dea Annisa dengan Mazaki Ahmad berlangsung dengan konsep intimate yang hanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat terdekat. Dea mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran dan kehangatan suasana acara yang penuh khidmat tersebut.

Konsep intimate ini memang sudah menjadi keinginan Dea dan Mazaki sejak awal persiapan. Mereka ingin merayakan momen bahagia tersebut secara sederhana namun bermakna, bersama orang-orang yang benar-benar dekat dalam hidup mereka.

Baca juga:

Alasan Memilih Pernikahan Intimate

Dea Annisa menjelaskan bahwa konsep intimate dipilih agar pernikahan bisa dirayakan dengan kehangatan dan kedekatan emosional yang lebih mendalam. Dengan jumlah tamu yang terbatas, suasana menjadi lebih fokus dan bermakna.

“Kami sengaja mengundang hanya keluarga dan sahabat dekat karena ingin merayakan momen ini dengan orang-orang yang benar-benar berarti bagi kami,” ujar Dea.

Mahar Unik Berdasarkan Tanggal Lahir

Hal menarik lain dari pernikahan ini adalah nilai mahar yang dipilih berdasarkan tanggal lahir Dea, yakni 29 Februari, yang merupakan tanggal unik karena hanya muncul pada tahun kabisat.

Baca juga:

Dea mengaku sangat mencintai tanggal lahirnya sehingga meminta nilai mahar yang disesuaikan dengan tanggal tersebut, yaitu Rp 2.921.996. Nominal ini disusun dari pecahan uang kertas yang beragam dan bukan dari logam, sebagai bagian dari nilai sentimental dan estetika.

Mazaki mengaku bersyukur dan tidak merasa terbebani dengan permintaan mahar yang sederhana namun bermakna tersebut. Ia bahkan menghabiskan waktu hampir tiga minggu untuk mengumpulkan pecahan uang kertas khusus dari kolektor agar sesuai dengan nominal yang diminta Dea.

Pengalaman Berharga Dalam Persiapan Pernikahan

Proses mencari pecahan uang untuk mahar menjadi pengalaman tersendiri bagi pasangan ini. Dea menilai usaha sang suami dalam menyiapkan mahar tersebut merupakan bagian yang seru dan berkesan dalam persiapan pernikahan mereka.

Baca juga:

“Dia tidak mau yang logam, ingin semuanya kertas dan unik dari berbagai tahun, seperti tahun 1988 dan lainnya,” ungkap Dea.

Pernikahan yang sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa sebuah perayaan tidak selalu harus mewah untuk bisa berkesan, asalkan diisi dengan nilai dan kebersamaan yang tulus.