Media Kampung – Film Empat Musim Pertiwi berhasil meraih prestasi gemilang dengan terpilih untuk melakukan World Premiere dalam ajang Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Karya sutradara Kamila Andini ini menjadi salah satu film yang mendapat perhatian khusus pada festival film bergengsi tersebut.
Film yang juga dikenal dengan judul internasional Four Seasons in Java ini akan tayang dalam program Centrepiece, sebuah program khusus TIFF yang menampilkan film berkualitas dari berbagai negara. TIFF 2026 sendiri akan berlangsung pada tanggal 10 hingga 20 September 2026.
Kolaborasi Para Sineas Terbaik
Empat Musim Pertiwi diproduksi oleh rumah produksi Forka Films dengan dukungan dari beberapa rumah produksi internasional dan dalam negeri. Produser Ifa Isfansyah memimpin proyek yang menggabungkan kolaborator-kolaborator berpengalaman dari serial Gadis Kretek. Sutradara Kamila Andini didukung oleh tim kreatif yang terdiri dari sinematografer Batara Goempar, desainer produksi Dita Gambiro, penata busana Hagai Pakan, serta penata rias Astrid Sambudiono.
Selain itu, pengolahan suara dilakukan oleh Vincent Villa, sedangkan musik digarap oleh Ricky Lionardi dan Bottlesmoker. Film ini juga dibintangi oleh aktor papan atas Indonesia, seperti Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Pitrashata Malasan, yang menambah kekuatan visual dan emosional karya ini.
Sebuah Karya Sinematik dengan Skala dan Visi Besar
Berbeda dengan karya Kamila Andini sebelumnya, Empat Musim Pertiwi mengusung skala produksi yang jauh lebih besar serta menggabungkan berbagai genre yang belum pernah disentuhnya, seperti psychological drama, sci-fi, magical realism, western, dan misteri. Film ini mengambil latar utama di Gunung Bromo, yang sengaja dipilih untuk menggambarkan kontras antara keindahan alam yang megah dan isolatif dengan kemajuan teknologi yang bisa memberi kekuatan sekaligus kehancuran.
Kamila Andini menyatakan bahwa Gunung Bromo menjadi metafora kuat bagi perjalanan karakter dalam film ini, menampilkan perpaduan antara alam dan teknologi yang penuh makna.
Perjalanan Internasional dan Jadwal Tayang
Empat Musim Pertiwi merupakan hasil kolaborasi lintas negara antara Forka Films (Indonesia), Ici Et La Productions (Prancis), Lemming Film (Belanda), Storm Pictures (Norwegia), PFX (Polandia), dan Giraffe Pictures (Singapura). Film ini juga didukung oleh sejumlah rumah produksi dalam negeri seperti Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, dan lain-lain.
Setelah tampil perdana di TIFF 2026, film ini akan diputar serentak di bioskop Indonesia mulai tanggal 8 Oktober 2026, memberikan kesempatan bagi penonton domestik untuk menikmati karya sinematik yang telah mendapat pengakuan internasional.
Makna dan Signifikansi Film
Keberhasilan Empat Musim Pertiwi di TIFF menandai kembalinya Kamila Andini ke panggung festival film internasional setelah sebelumnya berhasil membawa pulang Platform Prize lewat film Yuni pada 2021. Film ini membuktikan bahwa cerita yang berasal dari Indonesia mampu bersaing dan berbicara di dunia internasional tanpa kehilangan akar budaya dan identitasnya.
Perjalanan film ini tidak hanya meningkatkan reputasi sineas Indonesia di kancah global, tetapi juga membuka peluang bagi karya-karya lokal lain untuk mendapatkan perhatian lebih luas di masa depan.















Tinggalkan Balasan