Media Kampung – Istana Kepresidenan menegaskan bahwa istilah “londo ireng” yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto bukanlah untuk menyasar masyarakat secara umum. Istilah tersebut digunakan sebagai kiasan untuk menggambarkan kelompok yang dinilai lebih suka menciptakan kegaduhan dan memandang kehidupan bangsa dengan pesimisme.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa sebutan tersebut bertujuan sebagai pengingat agar seluruh elemen bangsa mengutamakan persatuan dan mengurangi perbedaan yang dapat memecah belah. Menurut Hasan, masyarakat sebaiknya memperbanyak kekompakan dan optimisme dalam menghadapi masa depan bangsa agar kemajuan Indonesia bisa lebih cepat tercapai.
“Istilah itu hanya untuk sebagian orang yang sepertinya lebih suka gaduh dan pesimis melihat kehidupan bangsa kita,” ujar Hasan Nasbi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Hasan menambahkan bahwa sebagian pihak memang memilih menonjolkan kegaduhan dan pesimisme, yang bertentangan dengan semangat membangun optimisme dan kepercayaan diri terhadap bangsa. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi sikap pesimistis dan memperbanyak optimisme demi kemajuan bersama.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak masyarakat untuk melihat pernyataan Presiden Prabowo secara utuh dan kontekstual. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa sebutan “londo ireng” merupakan kiasan politik, bukan untuk menyudutkan profesi, media massa, ataupun kelompok tertentu.
“Pernyataan Presiden adalah ajakan agar tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju,” jelas Fifi.
Pernyataan tersebut penting untuk dipahami dalam konteks menjaga optimisme dan menghindari perdebatan istilah yang justru bisa mengalihkan perhatian dari substansi persoalan yang sedang dihadapi bangsa.
Dengan demikian, ajakan dari Istana dan pemerintah adalah untuk memperkuat persatuan, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengurangi sikap pesimistis yang dapat menghambat kemajuan bangsa.














Tinggalkan Balasan