Media Kampung – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (22/7/2026), dengan indeks Nasdaq memimpin pelemahan di tengah investor yang bersikap hati-hati menanti laporan keuangan emiten teknologi raksasa. Indeks Nasdaq Composite turun 146,30 poin atau 0,57% ke level 25.690,90. S&P 500 melemah 10,24 poin atau 0,14% ke 7.498,96, sedangkan Dow Jones Industrial Average hanya turun tipis 6,06 poin atau 0,01% ke 52.218,58.

Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan Timur Tengah

Selain menanti laporan keuangan, pelaku pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak melonjak. Kontrak berjangka minyak mentah ditutup naik sekitar 3% ke level tertinggi sejak 11 Juni setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengancam jalur pelayaran di Laut Merah. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Baca juga:

Fokus pada Laporan Keuangan ‘Magnificent Seven’

Perhatian utama investor tertuju pada laporan keuangan kuartal II dari Alphabet (Google) dan Tesla, dua anggota pertama kelompok saham teknologi berkapitalisasi besar yang dikenal sebagai ‘Magnificent Seven’. Kepala Riset Makro dan Strategi Charles Schwab, Kevin Gordon, mengatakan bahwa investor kini semakin selektif dalam menempatkan dana pada sektor kecerdasan buatan (AI).

“Investor kini menjadi jauh lebih selektif dan spesifik dalam menentukan di mana mereka akan berinvestasi dalam tema AI,” ujar Kevin. Ia menilai perbedaan kinerja antara saham perusahaan perangkat lunak dan produsen chip pada perdagangan Rabu menunjukkan pasar mulai membedakan prospek masing-masing subsektor AI.

Baca juga:

Kinerja Saham Teknologi Beragam

Saham Alphabet ditutup turun 1,5% setelah perusahaan menunda peluncuran model AI yang menjadi bagian penting dari strategi bisnisnya. Sementara itu, saham Tesla melemah 1,3% pada perdagangan reguler dan kembali turun sekitar 3% dalam perdagangan after-hours setelah melaporkan arus kas bebas (free cash flow) negatif pada kuartal II untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.

Di sisi lain, indeks Philadelphia SE Semiconductor menguat 0,4%, melanjutkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut setelah sebelumnya sempat memasuki fase bear market. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih optimistis terhadap prospek jangka panjang sektor semikonduktor.

Baca juga:

Kondisi Pasar Secara Keseluruhan

Secara umum, jumlah saham yang melemah lebih banyak dibandingkan yang menguat. Di Bursa New York (NYSE), rasio saham turun terhadap naik mencapai 1,26 banding 1, dengan 142 saham mencetak level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 161 saham menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 1.665 saham menguat, sedangkan 3.103 saham melemah, menghasilkan rasio 1,86 banding 1. Volume perdagangan di bursa AS juga relatif sepi, dengan 15,16 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 19,05 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan terakhir.

Pelemahan Wall Street ini mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang musim laporan keuangan emiten teknologi. Hasil laporan keuangan Alphabet dan Tesla akan menjadi indikator awal apakah investasi besar-besaran di sektor AI mulai membuahkan hasil atau belum.