Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026, didorong oleh aksi beli investor asing dan penguatan saham sektor keuangan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,94 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik ke level 6.231 dengan nilai transaksi total Rp 17,15 triliun. Volume perdagangan mencapai 35,56 miliar saham dengan frekuensi 2,39 juta kali. Sebanyak 399 saham menguat, 210 saham terkoreksi, dan 185 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat Rp 10.860 triliun.
Selain BBCA, saham-saham lain yang ramai diperdagangkan adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan transaksi Rp 1,64 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 1,19 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 880,53 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp 487,43 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 438,74 miliar, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp 400,06 miliar.
Penguatan Sektor Keuangan dan Saham BBCA
Sektor keuangan menjadi pendorong utama kenaikan IHSG, dengan indeks sektor keuangan naik 2,34%. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi motor penguatan. Aksi beli asing tercatat bersih Rp 725,11 miliar di pasar reguler dan Rp 638,57 miliar di seluruh pasar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebutkan bahwa IHSG masih rentan koreksi jika gagal menembus resistance di level 6.200-6.300. Support IHSG berada di level 6.050-6.100.
Rekomendasi Saham dan Sentimen Pasar
BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk perdagangan hari ini, yaitu PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Secara global, bursa Amerika Serikat melemah dengan Dow Jones turun 0,77%, S&P 500 terkoreksi 1,01%, dan Nasdaq melemah 1,40%. Sementara itu, bursa Asia bergerak bervariasi; Hang Seng melonjak 2,36% dan Shanghai Composite tumbuh 0,85%, sedangkan Straits Times turun 0,19% dan Nikkei stagnan.
Dari sisi valuasi, IHSG dinilai masih undervalued dengan rasio price-to-earnings (P/E) sebesar 9,10 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata historis lima hingga sepuluh tahun. Senior Technical Analyst Mirae Asset Indonesia, Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.666 hingga 7.320 pada tahun 2026 dalam skenario bullish.














Tinggalkan Balasan