Media Kampung, Pekanbaru – Sanggar Kletah Budak (SKB), satu-satunya komunitas teater anak di Provinsi Riau, genap berusia 21 tahun pada 17 Juli 2026. Dalam rangka merayakan perjalanan panjangnya, SKB menggelar pementasan operet anak berjudul “Dedap Durhaka” pada 24-25 Juli 2026 di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru.
Pementasan ini mengangkat legenda Dedap Durhaka yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Cerita rakyat tersebut dipilih karena mengandung nilai moral dan pesan kehidupan yang relevan bagi generasi masa kini. Legenda tersebut diadaptasi menjadi naskah drama dan dikemas dalam bentuk operet yang memadukan seni peran, musik, tari, serta tata artistik panggung.
Perjalanan 21 Tahun Sanggar Kletah Budak
Selama dua dekade lebih, SKB telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan seni pertunjukan di Riau. Berbagai pementasan, pembinaan aktor cilik, hingga pelestarian cerita rakyat Melayu menjadi fokus utama sanggar. “Selama 21 tahun, Sanggar Kletah Budak terus membuktikan bahwa seni pertunjukan bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pendidikan karakter dan pelestarian budaya bagi generasi muda,” ujar Rina NE, Sutradara sekaligus Pimpinan SKB.
Rangkaian Acara Perayaan
Selain pementasan operet, SKB juga menyelenggarakan lomba mewarnai bagi anak-anak tingkat TK hingga SD se-Kota Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan anak terhadap seni dan budaya sejak usia dini.
Sebelumnya, pada 19 Juli 2026, SKB hadir dalam program Obrolan Komunitas di RRI Pro 4 Pekanbaru 95,5 FM dan kanal YouTube Pro 4 Pekanbaru. Dalam dialog tersebut, Rina NE bersama dua aktor muda, Kalika Mayrisha dan Clara Nuranisa, berbagi cerita mengenai proses kreatif di balik setiap pementasan, perjalanan berkesenian, serta upaya menumbuhkan semangat berkarya di kalangan generasi muda melalui seni pertunjukan.
Legenda Dedap Durhaka: Warisan Budaya yang Dihidupkan Kembali
Operet “Dedap Durhaka” menjadi salah satu cara SKB untuk memperkenalkan kembali legenda rakyat Riau kepada anak-anak dan masyarakat. “Kami hadirkan operet ini agar pesan moral di dalamnya dapat dilihat, dirasakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Rina.
Melalui program Obrolan Komunitas, RRI Pro 4 Pekanbaru berharap masyarakat dapat melihat lebih dekat bagaimana sebuah legenda daerah dihidupkan kembali melalui seni pertunjukan. Program ini juga menjadi ruang untuk memahami tantangan, dedikasi, dan semangat para pelaku seni dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Dengan perayaan 21 tahun ini, SKB kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkarya dan melestarikan budaya Melayu melalui seni pertunjukan yang edukatif dan inspiratif.













