Media Kampung, Jambi — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi terus menggalakkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai salah satu program prioritas dalam percepatan penurunan angka stunting. Program ini melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, corporate social responsibility (CSR), aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat umum untuk membantu keluarga berisiko stunting.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Yuslidhar, menjelaskan bahwa keluarga sasaran program Genting meliputi ibu hamil, ibu menyusui, keluarga yang memiliki balita, hingga calon pengantin. Mereka mendapatkan dukungan berupa bantuan pangan bergizi serta pendampingan secara berkelanjutan.
“Keluarga sasaran meliputi ibu hamil, ibu menyusui, keluarga yang memiliki balita, hingga calon pengantin. Mereka mendapatkan dukungan berupa bantuan pangan bergizi serta pendampingan,” ujar Yuslidhar pada Rabu, 15 Juli 2026.
Inovasi Program Genting di Berbagai Daerah
Di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi, program Genting dikembangkan dalam bentuk gerakan lokal yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Pemerintah Provinsi Jambi memiliki program 5B ASN Peduli Stunting. Kabupaten Sarolangun menjalankan Gerut 17 Penting, sedangkan Kota Sungai Penuh mengembangkan Gerakan 3S berupa sebutir telur, segenggam beras, dan seribu rupiah.
Sementara itu, Kabupaten Muaro Jambi memiliki program Stunting Berbakti. Tanjung Jabung Timur meluncurkan Gerakan Bersama Atasi Stunting melalui Edukasi, Nutrisi, dan Sanitasi (GEMAS). Kabupaten Tebo menjalankan program S4 Genting yang menghimpun bantuan berupa segenggam beras, sebutir telur, satu kotak susu, dan seribu rupiah.
Yuslidhar menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penurunan stunting di Provinsi Jambi sekaligus mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.























Tinggalkan Balasan