Media Kampung, Jambi — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi mengingatkan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga pola asuh dan asupan makanan tidak sehat pada anak.
Ketua Tim Kerja Pengolahan Data dan Informasi Kependudukan Perwakilan Kemenduk Bangga BKKBN Provinsi Jambi, Yuslidar, mengatakan masih banyak anak yang mengonsumsi makanan cepat saji atau jajanan rendah gizi karena kurangnya pengawasan orang tua.
“Kadang orang tua sibuk sehingga anak diasuh oleh nenek. Karena rasa sayang, semua keinginan anak dituruti, termasuk makanan yang sebenarnya tidak bergizi,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat mempengaruhi asupan nutrisi anak dan meningkatkan risiko stunting apabila berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, keluarga diminta lebih memperhatikan pola makan, pola asuh, serta tumbuh kembang anak sejak dini.
Yuslidar berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tenaga kesehatan dan media, dapat terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting demi mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045.























Tinggalkan Balasan