Media Kampung, Jakarta — Grup musik pop era 80-an, Wijaya 80, kembali merilis single terbaru berjudul “Lagu Kenangan“. Lagu ini menjadi rilisan non-kolaborasi pertama mereka di tahun 2026, setelah sebelumnya berkolaborasi dengan Sal Priadi dan Arsy Widianto.

“Lagu Kenangan” diangkat dari kisah percintaan salah satu personel, Ardhito Pramono. Lagu ini bercerita tentang momen ketika ia melihat mantan pasangannya di sebuah bar bersama orang lain, dan harus tetap tersenyum meski hancur hati.

Lagu Seketika Memikat dengan Kolaborasi Rizwan Fadilah, Mahalini, dan RnBoyz
Baca juga:
Lagu Seketika Memikat dengan Kolaborasi Rizwan Fadilah, Mahalini, dan RnBoyz

Inspirasi dari Kisah Nyata

Ardhito mengaku lagu ini diambil dari pengalaman pribadinya. “Melihat mantan pasangan di sebuah bar, namun dengan orang lain. Ga ada opsi selain tetap tersenyum di depan mereka walaupun di tengah sedih dan haru,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Lagu ini juga menyampaikan pesan eksplisit bahwa minuman beralkohol tidak akan menyelesaikan luka hati. “Waktu pindah bar dan mencoba minum sebanyak-banyaknya, nyatanya hal itu ga pernah jadi solusi patah hati,” tambah Ardhito.

Hezky Joe, personel lainnya, menegaskan bahwa lagu ini mengingatkan bahwa segala upaya melupakan masa lalu bukanlah solusi. “Jadi walaupun berjuta-juta yang kita keluarkan—entah untuk makanan, minuman, atau belanja—tetap tidak bisa menghapus kenangan yang pernah ada,” jelas Hezky.

Dua Sahabat Vidi Aldiano Unggah Sindiran Keras, Egi Fazri Kembali Jadi Sorotan
Baca juga:
Dua Sahabat Vidi Aldiano Unggah Sindiran Keras, Egi Fazri Kembali Jadi Sorotan

Produksi Sederhana, Nuansa Balada Jepang

Terinspirasi dari gaya penulisan lagu Jepang yang gamblang, Ardhito dan Hezky mempercayakan Erikson Jayanto sebagai produser tunggal. Sentuhan elemen musik khas balada Jepang turut membangun kesan patah hati yang tegas namun sentimental.

Proses produksi dilakukan di sebuah sudut apartemen dengan latar langit malam Jakarta, yang menurut Ardhito turut membangun nuansa rilisan ini. Alunan gitar nilon tua pada bagian solo oleh Hezky menggambarkan kesederhanaan produksi, meski hasil akhirnya tetap terasa pop-balada yang tegas.

Video Klip di Tokyo

Wijaya 80 juga merilis video klip yang diambil di Jepang pada tahun 2025. Ardhito bertindak sebagai pengarah dan penyunting video, sedangkan Dudhy Lisatrio menjadi kameramen. Video klip yang diperankan seluruh personel ini menampilkan Erikson Jayanto sebagai tokoh utama, dengan latar hujan malam di Tokyo. Proses pengambilan gambar dilakukan sederhana hanya dengan kamera dan minim rekayasa.

Ministry Of Buka Era Baru Lewat Single Langkah, Antarkan Mini Album Fase
Baca juga:
Ministry Of Buka Era Baru Lewat Single Langkah, Antarkan Mini Album Fase

“Lagu Kenangan” menjadi babak baru perjalanan Wijaya 80 menuju album yang rencananya akan dirilis tahun depan. Lagu ini sudah tersimpan lama dalam arsip musik mereka, dan menurut Hezky, bulan Juni 2026 adalah waktu yang tepat—tepat setahun sejak lagu ini pertama kali diperdengarkan kepada penggemar.