Media Kampung – Penyanyi senior Ria Resty Fauzy resmi comeback ke industri musik Indonesia setelah vakum cukup lama. Kembalinya ia ditandai dengan perilisan single terbaru berjudul Rindu Yang Menyiksa yang dirilis bertepatan dengan perayaan 40 tahun kariernya.

Single ciptaan Dommy Alen ini diproduseri langsung oleh Ria. Lagu tersebut tetap mempertahankan karakter vokal khas yang melekat sejak era 1980-an dan 1990-an, dengan aransemen pop melankolis yang mengedepankan emosi dan kekuatan lirik.

Konser Spesial 40 Tahun Berkarya

Perayaan empat dekade perjalanan musik Ria digelar di Ballroom Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6). Konser tersebut menghadirkan sejumlah musisi senior seperti Obbie Messakh, Endang S. Taurina, Ratih Purwasih, Lies Meinawati, Julian Dekrita, Etrie Jayanti, dan Gandhi S yang turut membawakan lagu-lagu hits Ria.

Alasan Comeback

Bagi Ria, kembali ke dunia rekaman bukan sekadar nostalgia, melainkan membuktikan bahwa dirinya masih ingin terus berkarya. “Bagi saya, kembali bernyanyi bukan soal mengejar popularitas atau materi. Musik sudah menjadi bagian dari hidup saya selama 40 tahun, dan panggung selalu punya tempat yang tidak bisa digantikan apa pun,” ujar Ria dalam keterangan tertulis.

Ia berharap Rindu Yang Menyiksa dapat menjadi awal perjalanan baru sekaligus diterima oleh penikmat musik lintas generasi. “Saya ingin kembali berkarya, kembali menciptakan lagu yang bisa diterima masyarakat, dan semoga Rindu Yang Menyiksa menjadi awal perjalanan baru itu. Kalau masih ada penonton yang berdiri, bernyanyi bersama, lalu memberikan tepuk tangan dengan tulus, itulah bayaran paling mahal yang pernah saya terima,” lanjutnya.

Perjalanan Karier Ria Resty Fauzy

Nama Ria Resty Fauzy dikenal sebagai salah satu penyanyi pop Indonesia yang bersinar pada era 1980-an hingga 1990-an. Ia melahirkan sejumlah lagu populer seperti Cintaku Sedalam Lautan Atlantik, Sinar Matamu Bagai Besi Sembrani, Cintaku Sampai ke Ethiopia, Sepatu dari Kulit Rusa, hingga Kututup Layar Cintaku. Popularitasnya bahkan menjangkau Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Selama berkarier, Ria juga meraih berbagai penghargaan, di antaranya lima Golden Record, BASF Awards lewat lagu Cintaku Sampai ke Ethiopia pada 1987, serta HDX Awards untuk Kututup Layar Cintaku pada 1988.

Harapan ke Depan

Melalui konser dan perilisan Rindu Yang Menyiksa, Ria Resty Fauzy ingin menunjukkan bahwa perjalanan seorang musisi tak berhenti hanya karena waktu terus berjalan. Setelah 40 tahun berkarya, ia memilih membuka lembaran baru dengan terus menghadirkan karya bagi para penikmat musik Indonesia.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.